Pemkot Makassar Resmi Ajukan Perpanjangan PSBB ke Kemenkes

Ilustrasi - INT

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar resmi mengajukan usulan perpanjangan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sedianya, PSBB di Kota Makassar yang sudah dimulai sejak 24 April lalau akan berakhir 7 Mei besok. Namun, jika usulan perpanjangan yang diajukan disetujui oleh Kemenkes, maka akan diperpanjang selama 14 hari kedepan atau hingga 21 Mei 2020.

“Hari ini kita lanjut bersurat ke Kemenkes melalui bapak gubernur untuk mengusulkan agar PSBB di Makassar dilanjutkan tahap kedua atau ditambahn 14 hari lagi. Kita sertakan data-data kondisi saat ini di Kota Makassar. Penentuan disetujui atau tidak, itu kewenangan Kemenkes,” kata Juru Bicara Pemerintah Kota Makassar untuk Penanganan Covid-19, Ismail Hajiali, Rabu (6/5).

Terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membenarkan adanya usulan perpanjangan penerapan PSBB di Kota Makassar.

Menurut Nurdin, salah satu alasan pengusulan perpanjangan masa PSBB di Kota Makasar ini adalah tingkat kepatuhan masyarakat yang masih sangat rendah.

“Setelah kita rapat, kita evaluasi selama 14 hari, PSBB Makassar ini boleh dikata tingkat kepatuhan kita masih sangat rendah. Sehingga, perpanjangan ini kita lakukan,” kata Nurdin.

Meski begitu, Nurdin menekankan beberapa catatan untuk perpanjangan PSBB di Kota Makassar.

“Pertama semua petugas yang ada di lapangan itu harus lebih santun, termasuk Satpol PP. Turun bukan untuk marah-marah, tetapi turun untuk melayani. Kalau ada yang keliru, ada yang tidak patuh, hukuman boleh, tetapi tidak dengan kata-kata yang menyakitkan. Orang yang dihukum itu butuh sentuhan,” imbuhnya.

“Saya berharap, PSBB diberlakukan tapi ekonomi masyarakat tetap bisa bergerak,” sambungnya.

Untuk menjaga ekonomi agar bisa terus bergerak, Nurdin mengaku sudah meminta kepada Pj Walikota Makassar mengundang semua pemilik toko di Makassar, terutama yang memiliki karyawan dalam jumlah besar.

“Karena mau lebaran, kalau toko ditutup semua, orang mau belanja dimana? Makanya semua toko, terutama yang punya tenaga kerja banyak ini harus kita tetap buka. Tapi dengan catatan protokol kesehatan harus tetap dijaga. Pakai masker, jaga jarak, di depan ada wastafel, ada hand sanitizer, ada scanner, itu saja. Kita pastikan orang yang masuk di toko tidak ada yang positif, tidak ada yang bermasalah,” ujarnya.

Nurdin menegaskan bahwa persoalan tutup jalan bukan lagi fokus utama dalam PSBB. Yang lebih penting adalah lebih masif mencari carrier Covid-19 untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya dengan menemukan kasus-kasus transmisi lokal. 

Local transmission ini harus betul-betul ditemukan orangnya,” tegasnya.

Nurdin juga meminta agar seluruh warga Kota Makassar tidak perlu panik dengan perpanjangan PSBB ini. Ia memastikan PSBB akan berjalan lebih baik dari sebelumnya.

“Tidak usah kita panik atau resah, kita sudah melakukan evaluasi 14 hari ini. Iya tentu masih ada oknum-oknum aparat kita, terutama Satpol-PP yang berlaku tidak sepantasnya di tengah-tengah masyarakat, itu kita minta maaf. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang siram-siram barangnya orang, karena itu sudah dilarang. Langkah yang cocok, kalau ada yang salah kita bicarakan secara persuasif,” ucapnya.

Nurdin menambahkan, tugas pemerintah saat ini adalah menyelamatkan usaha-usaha yang sudah hampir bangkrut atau colaps.

“Ini harus kita selamatkan. Cara kita selamatkan, kita support, jangan justru tambah dipojokkan,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI