Pemkot Makassar Mulai Bagikan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Logo Kota Makassar (/int)

KabarMakassar.com — Kota Makassar menjadi episenter penyebaran virus Corona (Covid-19 ) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan data sebaran kasus Covid-19 yang dirilis di laman https://covid19.sulselprov.go.id/, hingga Selasa (7/4), dari total 122 kasus positif Covid-19 di Sulsel, 76 diantaranya berada di Kota Makassar.

Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Makasssar tercatat sebanyak 420 orang. Sedangakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 145 orang.

Hal ini sangat berdampak pada kondisi sosial-ekonomi warga Makassar, khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor informal. Ada puluhan ribu kepala keluarga yang hidupnya semakin sulit.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Makassar rencananya hari ini akan mulai membagikan puluhan ribu paket sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan, bantuan yang akan dibagikan tersebut berasal dari sumbangan pihak swasta (Yayasan Budi Luhur Keluarga Tionghoa), yakni sebanyak 15 ribu paket sembako.

“Ada bantuan dari donatur sebanyak 15 ribu paket sembako yang akan kita bagikan melalui Polsek dan Koramil di kecamatan-kecamatan di Kota Makassar. Ada 8 Koramil dan 7 Polsek. Paket bantuan ini akan dibagi untuk 1.000 KK di masing-masing kecamatan,” kata Mukhtar melalui video conference, Selasa (7/4) malam.

Selain itu, lanjut Mukhtar, Pemerintah Kota juga menyiapkan bantuan sebanyak 60 ribu paket sembako yang dananya bersumber dari APBD Kota Makassar.

“Ini untuk bulan ini. Jadi nanti akan kita salurkan ke warga yang memenuhi kriteria untuk menjadi penerima bantuan. Kita juga akan pastikan tidak ada yang menerima bantuan double, supaya tidak ada kecemburuan sosial,” ujarnya.

“Kita juga ada menerima sumbangan 1 ton mie instan dari perusahaan Jepang. Ini juga akan kita salurkan kepada warga yang berhak menerima,” sambungnya.

Terkait metode penyaluran bantuan, Mukhtar mengatakan, bantuan ini akan langsung diantarkan ke rumah masing-masing penerima, dengan bantuan personel dari TNI-Polri.

“Mekanismenya kita atur dalam SOP yang kita buat, dengan tetap memberlakukan physical distancing. Diantar langsung ke rumah masing-masing penerima, dan kita melibatkan personel TNI-Polri untuk penyaluran bantuan ini. Jadi tidak mengumpulkan orang banyak,” terangnya.

Mukhtar menambahkan, hingga saat ini, pihaknya juga masih terus berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar untuk mendata berapa jumlah karyawan atau tenaga kerja khususnya di sektor informal yang terdampak pandemi Covid-19 ini.

Reporter :

Editor :

Herlin Sadid

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI