Pembangunan Tol Layang, Bappeda Optimalkan Koordinasi AMDAL

kondisi jalan di Veteran Selatan [Foto: Baba Duppa]

Kabar Makassar — Pemerintah Kota Makassar akan mengoptimalkan koordinasi analisis dampak lingkungan atau Amdal terkait pembangunan jalan tol layang di Jalan A.P. Pettarani Makassar.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Kota Makassar Andi Hafijah Iriani yang ditemui saat melakukan rapat koordinasi pembangunan tol layang A.P. Pettarani, di Kantor Balaikota Makassar Senin 20 november 2017.

Ia memaparkan bahwa nantinya dalam rapat tersebut akan membahas tentang koordinasi masing-masing dinas terkait persiapan pembuatan slot tol layang dan pemindahan utilitas yang ada di bawah tanah

“Persiapan enam bulan ini pembuatan slot-slot nanti tinggal dipasang tidak dikerja di Jalan A.P. Pettarani tapi di kima. Sekarang sedang pemasangan tiang panjang kita bentuk, harus diketahui dulu utilitas yang ada di bawah dari listrik, PDAM, telkom ini mau dibicarakan nanti dalam rapat koordinasi ini smua hadir disini mulai dari PU, tata ruang, perhubungan” paparnya

Baca juga :   Malam ini, DJ Austin Meriahkan HUT ke 8 KabarMakassar.com

Selain itu dalam rapat kordinasi tersebut juga akan dibahas tentang rekayasa lalu lintas pada saat pembuatan tol layang AP. Pettarani agar aktivitas masyarakat tidak terhambat

“Jangan sampai kemacetan menjadi masalah semua akan diatur disini bagaimana kita membuat masyarakat tidak terlalu susah dengan kondisi kemacetan pada saat pembuatan jalan tol ini” tutupnya.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta pembangunan tol layang AP Pettarani yang merupakan seksi 3 dari Jalan Tol Ujung Pandang, segera dimulai konstruksinya sebab tidak diperlukan pembebasan lahan.

Baca juga :   Susuri Belantara Hutan di Maros, AAN Resmikan Masjid

Jalan tol layang yang memiliki panjang 4,3 km nilai investasinya lebih dari Rp 2 triliun. Konstruksi akan menggunakan desain kantilever (double decker) yang merupakan teknologi pertama di Indonesia dan ditargetkan selesai pada tahun 2020 dengan PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) selaku kontraktor.

“Pekerjaan konstruksi di perkotaan seperti ini harus dikerjakan 2 shift. Hari Sabtu dan Minggu harus tetap bekerja agar selesai dengan cepat sehingga tidak terlalu lama mengganggu arus lalu lintas,” pesan Menteri Basuki saat melakukan kunjungan di Makassar beberapa waktu yang lalu.

Baca juga :   Deng Ical Melayat Ke Rumah Duka Korban Penikaman OTK di Pongtiku

Jalan tol layang ini akan menghubungkan Maros – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin – Jalan Tol Seksi I dan II – Jalan Andi Pangerang Petta Rani hingga ke Jalan Sultan Alauddin.

Tol Layang Makassar ini memiliki jalur off/on ramp di tiga titik yakni di Jalan Urip Sumiharjo, Jalan Boulevard, dan Jalan Sultan Aluddin. (*/nck)

Penulis : Sriwati Ilyas