Pemkab Gowa Perpanjang Masa Beraktifitas dari Rumah Hingga Mei 2020

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memimpin coffee morning pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa bersama jajaran forkopimda via teleconference, Selasa (21/4). (IST)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali memperpanjang kebijakan untuk beraktivitas dari rumah hingga bulan Mei tahun 2020 mendatang.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, kebijakan beraktifitas dari rumah ini diperpanjang karena terjadi peningkatan perkembangan jumlah kasus penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa,

“Saya meminta agar aktifitas belajar, bekerja dan beribadah dari rumah diperpanjang untuk menekan laju penyebaran di wilayah kita,” kata Adnan saat memimpin coffee morning pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa bersama jajaran forkopimda via teleconference, Selasa (21/4).

Adnan meminta agar kebijakan perpanjangan beraktifitas dari rumah secepat mungkin ditindaklanjuti. Apalagi perpanjangan surat edaran yang dibuat sebelumnya akan berakhir hari ini.

“Apalagi jika rencana kita untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dipenuhi pemerintah pusat, maka harus diperpanjang sesuai masa karantina,” ujarnya.

Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis menambahkan, berdasarkan data Tim Medis Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, jumlah warga Gowa yang teridentifikasi positif Covid-19 sudah mencapai 25 orang. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 304 orang, kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 131 orang. Sehingga jika tidak dilakukan pembatasan sosial maka dikhawatirkan jumlahnya akan terus bertambah.

“Memang perlu menambah durasi masa surat edaran Bupati Gowa, karena kemungkinan isolasi ini bisa sampai di akhir Mei,” kata Muchlis.

Lanjut Muchlis, pada surat edaran lanjutan tersebut, pihaknya akan menambah beberapa poin-poin penting untuk dijadikan perhatian penting. Utamanya menjelang Ramadhan dengan membatasi sementara kegiatan-kegiatan selama menjalani bulan puasa.

“Kita akan menjelaskan apa kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama Ramadan, juga sekaligus mengantisipasi jika seandainya PSBB kita terapkan, poin apa yang harus ditambahkan dalamnya,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI