Pemkab Gowa Alihkan Biaya Rapat dan Perjalanan Dinas untuk Penanganan Covid-19

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (IST)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Gowa berencana melakukan revisi APBD 2020 dan melakukan pengalihan sejumlah anggaran seperti biaya rapat dan perjalanan dinas guna dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memastikan, satu hingga dua bulan ke depan tidak akan ada perjalanan dinas yang akan dilakukan oleh Pemkab Gowa. Semua biaya dari perencanaan perjalanan dinas itu akan dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Semua dinas termasuk saya, kita tidak akan melakukan perjalanan dinas selama satu sampai dua bulan kedepan. Tidak akan ada yang namanya perjalanan dinas. Kita alihkan anggarannya untuk penanganan Covid-19,” kata Adnan, Ahad (29/3).

Begitupun dengan rapat dan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, kedepan akan ditunda. Semua pembiayaan kegiatan-kegiatan tersebut, lanjut Adnan, akan digunakan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Gowa.

“Seperti musyawarah perencanaan pembangunan ini tentu ada uang makan minum rapat, uang sewa gedung. Tetapi nanti akan dilakukan melalui teleconference, sehingga tidak ada biaya sewa gedung, tidak ada uang makan dan rapat. Inilah anggarannya yang dialihkan untuk penanganan Covid-19,” jelasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Gowa, Abdul Karim Dania menambahkan, hasil revisi APBD dan pengalihan anggaran perjlanan dinas dan rapat itu nantinya akan menambah jumlah anggaran penaaanganan bencana yang setiap tahun dialokasikan di APBD Kabupaten Gowa sebesar Rp500 juta.

“Saat ini kita telah miliki anggaran Rp500 juta yang merupakan dana yang disiapkan Pemkab Gowa dalam APBD setiap tahunnya untuk penanganan bencana. Jadi dana ini siap digunakan tanpa perlu menunggu revisi anggaran terlebih dahulu,” kata Abdul Karim.

“Langkah Pemkab Gowa untuk mengalihkan biaya perjalanan dinas, pertemuan dan rapat-rapat untuk penanganan Covid-19 ini juga sesuai dengan surat edaran menteri dalam negeri (Mendagri) dan Permendagri. Apalagi Kabupaten Gowa baru-baru ini juga telah menetapkan status siaga covid-19,” sambungnya.

Perihal berapa jumlah anggaran perjalanan dinas dan rapat yang nantinya dialihakn untuk penanganan Covid-19, Abdul Karim mengaku belum bisa memastikan.

“Saya belum bisa memastikan berapa nilainya. Yang jelas, rasionalisasi yang ada di DPA untuk diarahkan ke penanganan Covid-19 ini sesuai dengan arahan Pak Bupati, dan sesuai juga dengan Permendagri dan surat edaran Mendagri,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Kabupaten Gowa telah menyusun beeberapa program untuk penanganan Covid-19 di wilayahnya. Diantaranya: pembelian Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis, hingga pemberian sembako bagi warga yang diisolasi di rumah bersama keluarga karena masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien dalam Pemeriksaan (PDP).

Reporter :

Editor :

Redaksi

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI