Pemkab Diminta Sanksi Pasien Covid-19 yang Tak Patuhi Aturan

Aksi protes yang dilakukan warga di Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, menuntut ketegasan pemerintah setempat untuk memberikan sanksi kepada pasien Covid-19 yang tak mematuhi aturan atau prosedur isolasi mandiri, Ahad (12/4). (IST)

KabarMakassar.com — Sejumlah warga di Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, menuntut ketegasan pemerintah setempat untuk memberikan sanksi kepada pasien positif Covid-19 tanpa gejala, yang tak mematuhi aturan atau prosedur isolasi mandiri.

Desakan dalam bentuk aksi protes ini dilakukan sejumlah warga pada Ahad (12/4), menyusul adanya salah satu pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau OTG yang melakukan isolasi mandiri, namun oleh masyarakat sekitar tempat tinggalnya, yang bersangkutan dianggap tidak mematuhi aturan isolasi mandiri.

“Kami minta pemkab tegas dan konsisten dalam menangani Covid-19 di Pinrang. Termasuk pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri, berikan sanksi tegas jika tidak patuh terhadap prosedur isolasi. Ini membahayakan orang lain,” kata salah seorang warga yang meminta namanya tak disebutkan.

Terkait aksi protes yang sempat dilakukan sejumlah warga di Kelurahan Penrang tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi mengatakan, pasien positif Covid-19 berstatus OTG yang diprotes warga itu sebenarnya sudah diasingkan oleh pihak keluarganya ke suatu tempat, Sabtu (11/4) kemarin.

Hanya saja, kata dia, hari ini yang bersangkutan pulang kembali ke rumahnya di Kelurahan Penrang.

“Mereka pulang sendiri ke rumahnya. Sebenarnya tidak ada masalah, mau padat penduduk atau tidak, yang penting isolasi mandirinya dipatuhi. Tidak keluar rumah dan tidak dikunjungi siapapun termasuk keluarga. Ini disepakati dengan penandatanganan dari pihak keluarga dan dipasang police-line bila melanggar akan dikenakan sanksi,” kata Dewi.

Dewi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang memang tidak menyiapkan tempat khusus untuk isolasi pasien positif Covid-19 yang berstatus OTG. Sebab, sesuai protap maupun protokol kesehatan yang ada, pasien tersebut bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kita sudah sebenarnya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat, bahwa isolasi mandiri di rumah bisa dilakukan oleh pasien positif Covid-19 yang berstatus OTG, namun harus sesuai protap,” jelasnya.

“Jadi, tadi dari pihak keamanan sudah membubarkan masa yang melakukan aksi protes untuk kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Rudi Hartono

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI