Pemkab Bulukumba Minta Warganya Gunakan Medsos Secara Bijak

Juru Bicara Pemkab Bulukumba untuk Penanganan Covid-19, Daud Kahal. (IST)

KabarMakassar.com — Sejak wabah Virus Corona (Covid-19) masuk ke Indonesia, banyak warganet yang mengunggah kabar atau informasi di media sosial yang tidak benar (hoax) atau tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan membuat masyatakat semakin panik.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yang juga sekaligus sebagai Juru Bicara Pemkab Bulukumba untuk penanganan Covid-19, Daud Kahal mengimbau waga masyarakat Kabupaten Bulukumba untuk leboh bijak dalam menggunakan media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat Bulukumba untuk bijak dalam menggunakan meddia sosial. Ini penting agar tak membuat masyarkat semakin panik. Selain itu, juga bisa berujung pada masalah hukum karena melanggar Undang-Undang ITE Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Daud, Ahad (22/3).

Terkait banyaknya massyarakat Bulukumba yang meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap orang dari luar yang masuk ke Bulukumba, Daud menegaskan bahwa hal tersebut sudah dilakukan oleh Pemkab Bulukumba.

“Itu sudah dilakukan. Kita juga terus mengimbau warga agar mendatangi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas termasuk Posko Gugus Tugas Covid-19 untuk memeriksakan diri jika merasa mengalami gelajal-gejala terpapar Covid-19. Kita juga ada petugas akan mendatangi ke rumah yang bersangkutan, dan ada tim surveilance yang ditugaskan,” terangnya.

Daud menambahkan, pihaknya juga sangat berharap bantuan dan kesadaran masyarakat Bulukumba utamanya yang baru berpergian dari luar Sulsel atau luar neger untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing, dan membatasi interaksi dengan orang-orang di sekitarnya.

“Harus mengkarantina atau mengisolasi diri dulu, sambil dipantau oleh tim surveilance Dinas Kesehatan atau Puskesmas selama 14 hari. Itu sudah standar prosedur dalam pencegahan Covid-19. Kami juga meminta warga Bulukumba untuk melakukan sosial distancing dan membatasi aktivitas di luar rumah jika memang tidak ada hal-hal yang mendesak,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Fitriani

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI