Pemerhati Budaya Toraja Kritik Hotel di Makassar

(Ist.)

KabarMakassar.Com, Toraja — Salah satu hotel berbintang di Makassar dikritik karena menggunakan ukiran Toraja sebagai motif di lantai hotel mereka.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pemerhati Budaya Toraja, Belo Tarran yang menilai simbol yang mirip ukiran Pa’barana tersebut berada dilantai dasar hotel tersebut.

Belo Tarran mengatakan ukiran toraja tidak etis jika dijadikan lantai dasar di hotel tersebut. Pasalnya ukiran Pa’barana tersebut memiliki makna sakral bagi orang Toraja.

“Semua ukiran Toraja sebagai simbol dari Tallu Lolona (Lolo tau-lolo tananan-lolo patuan) semuanya itu terikat dalam satu dalam Tongkonan. Jadi kurang etis jika ukiran toraja dijadikan karpet dan diinjak para pengunjung hotel tersebut,” kata Belo.

Baca juga :   Penyusunan APBD Menjadi Indikator Dalam Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah

Diketahui jika ukiran Pa’barana berasal dari kata Barana’ atau dengan kata lain pohon beringin. Makna ukiran Pa’barana agar keturunan dapat memperoleh rejeki dan berkembang seperti halnya pohon beringin yang selalu tumbuh dengan lebatnya dan juga diharapkan nantinya muncul keturunan yang bisa menjadi pemimpin dan melindungi rakyat.

Belo menambahkan jika intinya ukiran Toraja bukan hanya pada persoalaan hotel tetapi ukiran Toraja perlu diletakkan pada yang proporsi yang benar. Ia juga menegaskan pihak hotel harusnya melakukan koordinasi dan mempertanyakan kepada lembaga adat Toraja sebelum meletakkan ukiran khas Toraja tersebut.

Baca juga :   Elpiji Subsidi Langka, KPPU Desak Awasi Agen

“Kita minta pihak hotel harusnya tanyakan dulu kepada lembaga adat Toraja, dan meletakkan ukiran tersebut pada tempatnya, bukan dilantai yang diinjak-injak orang. Hal tersebut saya rasa tidak etis,” kata Belo kepada KabarToraja.com, Rabu 10 Januari 2018.

Sementara itu Belo menyampaikan kepada pihak berkompeten seperti Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraya, Pemerintah Daerah (Pemda) Tana Toraja dan Pemda Toraja Utara harus membuat aturan penggunaan ukiran Toraja dan menempatkannya pada posisi yang layak. “Jika tidak diatur dari sekarang, saya khawatir ke depan ini ukiran Toraja bisa juga dipasang di sembarangan tempat,” tutupnya.(*/Mfn)

Baca juga :   Dilarang Masuk Kampus Sendiri, Mahasiswa dan Satpam Bentrok

Penulis: Fritz V. Wongkar