Pelindo IV Konsisten Waspadai Virus Corona

Pelindo IV

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan komitmennya untuk konsisten mengikuti arahan Kementerian BUMN untuk selalu waspada terhadap bahaya virus Corona yang hingga saat ini masih menjadi perhatian dunia.

“Hingga saat ini kami masih tetap waspada, terutama kepada setiap kru kapal yang tiba di Pelabuhan Makassar. Tidak hanya kru kapal dari China, tetapi juga kru kapal dari negara-negara lainnya karena seperti kita ketahui, virus Corona juga sudah tersebar di 29 negara,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Farid Padang, melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (19/2).

Selain itu, kata dia, pihaknya bersama petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar juga masih terus melakukan sosialisasi, utamanya kepada semua pemakai jasa di pelabuhan.

Selain menyiapkan alat thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner serta masker yang harus selalu digunakan para petugas di pelabuhan, pihaknya juga kini menyediakan cairan antiseptic untuk membersihkan tangan di terminal penumpang pelabuhan.

Meski virus Corona masih menjadi momok yang menakutkan, lanjut Farid, pihaknya tetap terus melayani kegiatan ekspor dan impor barang ke China, Korea, Jepang, Vietnam dan beberapa negara lainnya.

“Hingga kini, ekspor langsung dari Pelabuhan Makassar ke negara-negara tersebut masih tetap terjaga,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, memang ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan terkait hal tersebut. Salah satunya, life animal atau binatang hidup dari daratan China dan beberapa negara yang sudah tersebar virus Corona tidak boleh masuk Indonesia, termasuk di Pelabuhan Makassar.

Selain itu, walaupun barang ekspor dan impor tetap bisa masuk dan keluar melalui pintu Pelabuhan Makassar, namun kru kapal yang membawa
barang tidak boleh turun dari kapal dan memasuki area pelabuhan.

“Mereka hanya bisa berada di atas kapal dan akan diperiksa oleh tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan menggunakan alat Thermal Scanner yang telah disiapkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner,” terangnya.

Lebih jauh Farid menjelaskan, larangan tersebut berdasarkan hasil Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan di Istana Bogor pada Selasa, 4 Februari 2020, yang juga dihadiri oleh SKJ, DRJU, DRJL, Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura 2, Dirut Pelindo I, II, III dan IV, kemudian dilanjutkan dengan arahan Menteri BUMN, Erick Thohir dan dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan di Jakarta pada Selasa, 18 Februari 2020.

Dalam rapat yang digelar awal Februari lalu itu, disimpulkan bahwa kargo dari dan ke Main Land tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya dari laut, dimana para operator pelabuhan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melaksanakan prosedur kepada para crew kapal untuk tidak turun dari kapal.

Reporter :

Editor :

Qyswanty

Daus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI