News

Pekerja Swasta Rawan Penyalahgunaan Narkoba

Pekerja Swasta Rawan Penyalahgunaan Narkoba

 Kabar Makassar ----- Batam (HK) - Kepala Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasonal Provinsi (BNNP) Kepri, Hj. Nurlis, SKM, Msi mengungkapkan, hasil penelitian BNN dan UI pada 2011 menunjukan, ada dua kelompok yang memberikan kontribusi terbesar dalam jumlah penyalahgunaan narkoba yaitu kelompok pekerja sebanyak 70% dan pelajar 22%.

“Penyalahgunaan narkoba di kalangan pekerja menempati urutan tertinggi disebabkan beberapa faktor, seperti, kemampuan finansial, adanya tekanan pekerjaan, doping untuk meningkatkan stamina kerja, maupun sejak awal atau sebelum bekerja, telah menjadi penyalahguna narkoba. Dengan data tersebut tentunya menunjukan bahwa narkoba sudah mulai menembus tempat-tempat kerja,” terangnya.

Hal itu disampaikan Nurlis saat BNNP Kepri melakukan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di PT. Bredero Shaw di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Jumat (27/6).

Untuk itu Nurlis menekankan agar para pekerja di Kepri dapat membentuk suatu kekebalan diri terhadap penyalahgunaan narkoba dan dapat membangun ekonomi menuju kesejahteraan hidup yang lebih baik.

“Sosialisasi ini akan menjadi modal awal dalam menghindari penyalahgunaan narkoba dan tentunya diharapkan para pekerja ikut menyebarkan informasi guna menjaga orang-orang yang ada disekitarnya,” ungkapnya.

Nurlis juga mengungkapkan, menciptakan lingkungan kerja yang aman adalah salah satu kewajiban manajemen perusahan.

“Karenanya menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari narkoba secara otomatis menjadi kewajiban manajemen, sebab narkoba terbukti bisa menimbulkan bahaya di tempat kerja. untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas narkoba tentunya dibutuhkan program yang komperhensif,” tambahnya.

Sedangkan, Syawaluddin, Amk, SKM yang menjadi narasumber kedua mengungkapkan, sesuai data yang ada, rata-rata yang menyalahgunakan narkoba adalah orang-orang pekerja yang memiliki penghasilan lebih ditambah dengan pergaulan yang kurang sehat. Lalu, diperparah dengan sifat ingin coba-coba yang ada pada diri setiap manusia.

“Memprioritaskan diri ke penghidupan yang lebih baik (sejahtera) dapat menjadi tujuan hidup yang menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh negatif. Pada kenyataannya di dalam hidup ini banyak kesulitan-kesulitan yang harus kita hadapi sehingga sangat tidak masuk akal jika kita menambah masalah berat ke dalam kehidupan kita” ujar Syawal.

Sementara Health Supervisor PT. Bredero Shaw, Desi Novita Sintauli, menyambut baik tim Pencegahan BNNP Kepri.

“Kami senang BNNP Kepri berkesempatan datang ke PT. Bredero Shaw karena kami menyadari betapa sudah seriusnya masalah penyalahgunaan narkoba. Kota Batam yang sudah dikenal sebagai kota industri tentunya banyak menarik para pekerja dari berbagai daerah di Indonesia sehingga jumlah pekerja di Batam sangatlah besar. Sehingga resiko penyalahguna pun besar sesuai data sebelumnya yang menyebutkan bahwa diatas 50 % jumlah penyalahguna adalah dari kelompok pekerja tentunya merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan,” terangnya. (fhy/r)

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close