Pekerja Pada Sektor Ini Rentan Penyalahgunaan Narkoba

Seorang anak remaja menunjukkan stiker "Stop Narkoba" yang baru dibagikan Ketua BNN Budi Waseso di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/11/2015). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye anti narkoba yang mana telah terjadi peningkatan penyalahgunaan dan pecandu narkoba di tahun 2015.

Kabar Makassar— Bukan hanya remaja yang menjadi target sasaran untuk pengembangan narkoba di Indonesia.

Selain remaja, banyak juga pekerja yang terjerumus dalam lingkaran narkoba yang kini merebak pesat di negeri kita.

Dari bahan penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Pusliktkes Universitas Indonesia (UI) menunjukan angka Prevalensi pernah pakai narkoba naik dari 12,7 persen tahun 2009, menjadi 13,8 persen ditahun 2012.

Baca juga :   Ini Calon Pelaksana Tugas Sekkot Makassar

Pekerja yang tinggal di kost atau apartemen memiliki tingkat prevalensi memakai narkoba 6,8 persen sementara pekerja yang tidak tinggal di kost sebanyak 2,1 persen.

Selain itu, pekerja disektor lapangan usaha konstruksi pertambangan dan jasa kemasyarakatan sosial lebih rentan dalam penyalahgunaan narkoba dibanding pekerja disektor lain.

Nilai prevalensi penyalahgunaan narkoba bagi pekerja pada sektor jasa kemasyarakatan sosial mencapai 5,4 persen ditahun 2009 dan meningkat pada tahun 2012 sebanyak 9,8 persen.

Baca juga :   Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Dapat Dilakukan Pada Anak Sejak Usia Dini

Hal tersebut disebabkan karena adanya kontribusi dan sub-sektor kesehatan yang ada pada tahun 2009, namun sub-sektor ini tidak tersurvey.

Foto: Int.

[divider sc_id=”sc1246242692305″]divider-3[/divider]

[team layout=”4″ staff=”485″ sc_id=”sc671857889780″]