Pegawai RSUD Bulukumba jadi Korban Begal di Poros Pallambarae

Lokasi kejadian, di Jalan Poros Pallambarae-Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.

KabarMakassar.com — Mimi Sukardi (25), pegawai RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba, menjadi korban begal di Jalan Poros Dusun Balole, Desa Pallambarae-Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Rabu (12/2) sekira pukul 21.30 WITA.

Korban menuturkan, saat itu dirinya mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DD 2676 HW dari arah Kota Bulukumba menuju ke Desa Bontonyeleng. Tiba-tiba ia dicegat dan langsung dianiaya.

“Saya dari arah Bulukumba kota mau ke rumah mertua di Bontonyeleng, tiba-tiba pelaku cegat saya dan saya lari tinggalkan motor saya. Tapi pelaku mengejar saya,” kata Mimi, Kamis (13/2).
Namun, warga Jalan Jati, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu itu, usahanya untuk melarikan diri terhenti setelah pelaku mencegatnya, kemudian merampas telepon genggam dan kunci motor miliknya lalu pergi dengan sepeda motor pelaku ke arah kota.

”Bibir saya pecah dan lutut juga luka karena sempat terjatuh saat berusaha lari,” terangnya.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra saat dikonfirmasi, membenarkan telah terjadi aksi begal di Jalan Poros Dusun Balole Desa Pallambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba pada Rabu (12/2) malam kemarin.

“Iya betul terjadi kasus pembegalan semalam di Poros Palambarae Gantarang, dan sementara anggota masih lidik di lapangan. Sedangkan untuk ciri-ciri tersangka dan motornya sudah kita dalami,” kata Berry.

Dari beberapa keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, di jalan tersebut memang kondisinya gelap karena tak ada lampu penerangan jalan, sehingga menjadi lokasi rawan terjadinya aksi begal. Tahun 2019 lalu, setidaknya ada lima kali aksi begal terjadi di lokasi lokasi tersebut. Korbannya pun rata-rata perempuan.

”Saya kalau melintas di jalan itu saat pulang kerja malam hari, saya harus menunggu kendaraan yang lewat dulu baru saya ikut di belakanganya. Kami berharap pemerintah setempat segara memasang lampu penerangan di jalan tersebut, agar pelaku begal berpikir beberapa kali untuk melakukan aksinya,” kata Itha, warga Bontonyeleng.

Reporter :

Editor :

Nur Alim

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI