Pegawai PDAM Jeneponto Demo

PDAM Jeneponto

Kabar Makassar, Jeneponto— Sejumlah karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jeneponto berunjukrasa didepan kantor DPRD Jeneponto, Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Rabu, 5 Juli 2017 siang.

Unjuk rasa puluhan karyawan ini meminta direktur PDAM Jeneponto Amri Mahadi Kulle segera dicopot.

“Kami meminta direktur dicopot. Jika tuntutan tidak dipenuhi maka kami akan mematikan aliran air dan mogok bekerja,” kata Wahyudi di teras kantor DPRD Jeneponto.

Baca juga :   Bakal Calon Bupati Jeneponto Meninggal Dunia

Pengunjuk rasa beralasan, permintaan pencopotan Amri Mahadi Kulle diduga menyelewengkan gaji dan tunjangan pegawai.

“Kami meminta Pak direktur segera bayaran gaji pegawai bulan Juni, dan dana BPJS Kesehatan yang tertunggak,” jelas Wahyudi.

Menurutnya, saat ini jumlah pegawai yang belum dibayarkan gajinya sebanyak 96 pegawai tetap dan 25 pegawai honorer.

“Asuransi Bumi Putra atau dana pensiun juga sudah lima bulan tidak dibayarkan, beberapa titik instalasi tagihan listrik juga terancam dicabut akibat belum dibayar,” ujar Wahyudi.

Baca juga :   Elpiji Subsidi Langka, KPPU Desak Awasi Agen

Atas amburadulnya pengelolaan keuangan kas PDAM itu, pengunjukrasa pun meminta agar dilakukan audit pengelolaan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Keluhan karyawan tersebut diterima anggota komisi dua DPRD Jeneponto Kaharuddin dan Marsudi La’lang.

Selain itu pengunjuk rasa mengancam menyegel instalasi air yang mengalir keseluruh wilayah Jeneponto. Kalau tuntutannya tidak diindahkan.

Baca juga :   BPJS Serahkan JKN KIS Gowa

Penulis: Gaffar
Foto: Pegawai PDAM Jeneponto saat berdemo. [Gaffar]