Peduli Rakyat Seko, Aksi Payung Hitam di Mandala Sore Ini

KabarMakassar.com— KPJKB bersama Amnesty International dan elemen HAM di Sulawesi Selatan menggelar Aksi Kamisan atau Aksi Payung Hitam sore ini di Monumen Mandala.

Pada aksi ini, mereka akan memperjuangkan rakyat Seko di Kabupaten Luwu Utara yang terintimidasi oleh PLTA Seko Power Prima di kawasan Tanah Adat mereka.

“Kami mendapat kabar bahwa hingga hari ini tak sedikit warga Seko masih resah dengan kehadiran proyek PT Seko. Mereka juga ketakutan karena masih adanya upaya intimidasi dan ancaman kriminalisasi. Keresahan dan ketakutan tersebut karena sebagian di antara yang berjuang menolak PT Seko telah dikriminalisasi dengan tuduhan perusakan dan perampasan kemerdekaan.”

Baca juga :   Tes CPNS, Aparat Kepolisian Pastikan Arus Lalin Aman

Belasan di antara mereka telah divonis dipenjara. Padahal mereka melakukan haknya yaitu membela tanah leluhurnya.

Sengketa antara perusahaan dan warga makin meruncing. Pada Oktober 2015 dan Mei 2016, masyarakat memblokade akses jalan masuk desa.

Sehari kemudian pada 17 Mei 2016, Andri dan Daniel Basri ditangkap polisi dan dibawa ke Polres Luwu Utara menjalani introgasi sehari.

Amisandi, salah satu pejuang warga setempat, telah divonis tujuh bulan penjara di Pengadilan Negeri Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Senin (22/5/17).

Baca juga :   Wisma Latanete Terbakar, Rugi Puluhan Juta Rupiah

Sebelumnya, 13 warga Seko sudah vonis masing-masing tujuh bulan.

Kami juga mendapati kabar telah terjadi dugaan tindakan represif oleh aparat terhadap warga Seko yang membela tanah mereka.

Dalam aksi ini, mereka meminta perusahaan menghentikan kegiatan eksplorasi karena wilayah eksplorasi PT Seko dianggap berada dalam kawasan adat dan diduga dimasuki tanpa izin.

Hal ini di pertegas dalam Peraturan Daerah Nomor 12/2004  tentang Pelestarian Lembaga Adat di Luwu Utara. Seko sebuah komunitas adat yang memiliki hukum adat dan dilindungi negara.

Baca juga :   SYL Pimpin Apel Besar Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sulsel

Kecamatan Seko, merupakan wilayah di Kabupaten Luwu Utara yang cukup terisolir. Selama ini akses warga untuk keluar masuk menggunakan ojek motor atau kuda.

Penulis Andi Lasinrang