Patut Dicontoh, Ini Dia Mahasiswi Duta Anti Korupsi

Riska Pratiwi Sahrum, Mahasiswi Anti Korupsi Unibos. [Foto: Wulandari]

Kabar Makassar—– Kembali mengukir prestasi, Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Universitas Bosowa terpilih menjadi Duta Anti Korupsi mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara.

Riska Pratiwi Sahrum terpilih menjadi Duta Anti Korupsi melalui tahapan seleksi pada bulan Mei 2017 lalu yang digelar oleh Indonesia Youth Against Corruption atau IYAC se-Indonesia.

Gadis yang akrab disapa Riska ini berhasil mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara dengan menyisihkan para peserta lainnya.

Seleksi yang dilakukan dengan pembuatan dan pemaparan essay terkait project sosial yang berfokus terhadap pengembangan karakter generasi bangsa ini menjadikan Riska kini lolos untuk Duta Anti Korupsi tingkat Nasional yang akan berlangsung pada bulan Juni hingga Juli 2017.

Baca juga :   Penjual Ikan, Sukses Jadi Pengusaha Angkutan

Dengan mengangkat tema Melahirkan Siswa yang Berkarakter Anti Korupsi Melalui Gerakan CAC, Riska melaksanakan projectnya dengan melibatkan siswa Sekolah Menangah Atas dan mahasiswa untuk bekerjasama.

Menurutnya, project ini tidak hanya demi kepentingan seleksi tetapi memang dilakukannya atas minat dan antusiasnya terhadap karakter generasi bangsa yang saat ini memang membutuhkan perhatian.

“Tema ini saya pilih memang dengan maksud untuk membantu generasi bangsa saat ini lebih memberikan perhatian terhadap karakter diri. Sehingga project ini dapat melahirkan anak bangsa yang bermoral dan hal ini dapat dimulai dengan menanamkan sikap anti korupsi dalam diri generasi bangsa. Kedepannya saya berharap ini dapat membantu pemberantasan korupsi negara oleh peran generasi bangsa yang berkarakter”, ungkap Riska Pratiwi Sahrum saat ditemui di Fakultas Teknik Lantai 6 Gedung II Unibos, Rabu, 14 Juni 2017.

Baca juga :   Uchi, Penulis Yang Disukai Pegawai ASN

Mahasiswa angkatan 2013 yang memang berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara ini mengungkapkan ketertarikannya terhadap dunia anti korupsi.

“Korupsi saat ini sudah sangat merajalela tidak hanya dalam lingkup negara tetapi juga dalam lingkup kecil seperti di sekolah dan kampus. Untuk itu sangat dibutuhkan peran generasi bangsa yang mampu menjadi pacuan pemberantas korupsi yang tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah semata,” tambahnya.

Baca juga :   Drs. Mujiono Kembalinya "Anak Hilang"

Penulis: Wulandari
Editor: Dim