News

Pasutri Menjadi Korban Penipuan Pengembang Nakal di Gowa

Pasutri Menjadi Korban Penipuan Pengembang Nakal di Gowa

Kabar Makassar, Gowa-- Ida Irwanasari, korban penipuan oknum pengembang nakal di Kabupaten Gowa berharap pihak kepolisian segera menindak pelaku yang membawa kabur uang muka sebesar Rp. 21, 5 juta untuk pembelian rumah type 50/80 di Perumahan Annisa Batara Gowa, Jalan Malino, Kelurahan Tompobalang, Gowa.

Awalnya Ida terkecoh pada iming-iming yang ditawarkan Nurdin soal rumah yang akan dibangun setelah uang muka dibayarkan. Ida dan suaminya pun memberi uang muka kepada Nurdin daeng Nai pada 10 Desember 2015 silam, sebulan berikutnya pasangan suami istri itu mulai membayar tenor angsuran senilai Rp. 1,5 juta kepada Nurdin yang bekerja untuk pengembang CV Dian Pratama.

Namun, kecurigaan Ida mulai muncul saat mengecek lokasi perumahan yang pernah ditunjukkan Nurdin. Mereka kaget karena tidak melihat adanya proses pengerjaan rumah yang dijanjikan Nurdin. “Saya dan suami curiga setelah melihat rumahnya belum dibangun, padahal sudah dijanji sama nurdin,” ungkap Ida, Senin, 11 September 2017.

Empat bulan menunggu, Ida dan suami lalu menemui Nurdin yang beralamat di BTN Pepabri Ana’ Gowa, Kecamatan Pallangga. Saat itu, Nurdin tak mampu menjelaskan perihal pembangunan rumah yang tak kunjung dimulai. Ida pun berang dan meminta Nurdin mengembalikan uang yang telah ia serahkan. Perkara makin runyam karena uang puluhan juta milik pasangan wartawan itu telah dipakai secara pribadi oleh Nurdin.

Hingga setahun menunggu pengerjaan rumah yang tak kunjung terlaksana, kasus penipuan ini lalu dilaporkan Ida ke pihak kepolisian Polres Gowa, 16 Februari 2017 lalu. Brigpol Eko Sulistyo, penyidik Polres Gowa yang menangani kasus ini lalu mempertemukan Ida dan Nurdin. Dalam proses mediasi pada 25 Maret 2017 itu, Nurdin berjanji akan mengembalikan seluruh uang Ida pada 9 Juni 2017.

Tapi lagi-lagi, Nurdin tidak menghormati janji yang dia buat di depan penyidik Brigpol Eko Sulistyo. Pria paruh baya itu seolah mempermainkan hukum dengan sikapnya. Karenanya timbul kecurigaan bahwa telah terjadi intervensi yang dilakukan Nurdin kepada penyidik melalui menantunya yang juga anggota polisi di Polres Gowa.

“Tunggumiki sampai hari Senin (11/9), sudahmaka cerita sama pandi (menantu Nurdin), dia bilang mau dibayar itu uang,” kata Brigpol Eko kepada Eky, Senin 4 September 2017.

Tapi sayang Nurdin lagi-lagi ingkar janji, hingga detik ini tak ada kabar dan niat dirinya untuk mengembalikan uang yang telah diambil dari Ida. Bahkan Eky menilai Brigpol Eko tidak serius menangani kasus yang membelit mertua teman sejawatnya itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Darwis yang dihubungi mengatakan Nurdin akan diperiksa sebagai tersangka penipuan.

“Oke sekarang saya sudah minta menghadap pak eko, segera dibuatkan panggilan tersangka,” katanya singkat.

Fritz Wongkar

Journalist

Pewarta yang telah mengantongi sertifikat Jurnalis Muda dari Dewan Pers. Aktif menulis sejak 2011.

Foto: Int.

Redaksi

Related Articles

Wisuda 797 Mahasiswa, PTS ini Tetap Prioritaskan Lulusannya Wisuda 797 Mahasiswa, PTS ini Tetap Prioritaskan Lulusannya

Wisuda 797 Mahasiswa, PTS ini Tetap Prioritaskan Lulusannya

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close