PAPDI Targetkan Layanan Kesehatan Spesialistik Merata di Indonesia

Presconference PIN XV PB PAPDI [Foto: Wulandari]
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kabar Makassar– Pelayanan kesehatan dan ilmu serta teknologi kedokteran saat ini bersaing berpacu dengan waktu. Baik itu dari aspek kuantitas yang dilayani serta kualitas dalam hal diagnostik serta terapi yang menjadi hal klasik keluhan masyarakat.

Kemampuan keduanya bertumpu pada aspek keilmuan dan keterampilan dokter Spesialis yangn memberikan pelayanan terhadap pasien pada fasilitas kesehatan, baik itu di bangsal rumah sakit maupun di Klinik Spesialis Penyakit Dalam.

Kecepatan dalam melakukan dan keputusan terapi menjadi sangat penting di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) (BPJS) maupu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Selain itu, mengingat biaya pelayanan kesehatan maupun mutu pemberian pengobatan akan menjadi tolak ukur keberhasilan penanganan pasien secara paripurna oleh sebab itu, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) bekerjasama dengan PAPDI Cabang Makassar melaksanakan Pekan Ilmiah Nasional ke XV gi Hotel Grand Clarion Makassar, Jumat hingga Minggu , 13 sampai 15 Oktober 2017.

Dengan mengangkat tema “Update in Diagnostic Procedures and Treatment in Internal Medicine: Towards Evidence Based Competency” yang menjadi penting dalam pembahasan masalah Nutrisi Parenteral, Hepatitis B, Terapi Hipertensi, Tatalaksana Penyakit Kardiovaskuler, Diabetes Melitus, Nyeri, Probiotik, Auto immune, Transplantasi, Terapi Palitive, Kelainan Hematologi, Tatalaksana Venilator, gangguan Psikosomatis pada Kardiovaskular.

Ketua panitia pelaksana pusat, Dr. Edy Rizal mengnatakan bahwa menagani penyakit dalam itu harus siap karena banyak tantangan dalam penaganannya.

“Bahwa menangani penyakit dalam itu harus siap karena banyak tantangan tantangan didalamnya, sehingga dari 370 ribu anggota yang tergabung dalam PAPDI ini, itu selalu harus di update, dan ini adalah kegiatan kedua yang kita laksanakan dan berlokasi di kota Makassar karena Makassar merupakan anggota terbanyak, selain itu anggota kita tuntut bergantian untuk mengikuti kegiatan kegiatan ilmiah seperti ini,” kata Dr. Edy Rizal. Jumat 13 Oktober 2017.

PAPDI ini mengacu kepada kebutuhan peningkatan keterampilan diagnostik dan terapi klinis sesuai kebutuhan masing masing dokter Spesialis Penyakit Dalam yang meliputi semua percabangan keilmuan didalam lingkup Ilmu Penyakit Dalam (IPD) yang berjumlah 12 devisi.

Dan diharapkan dari kegiatan ini, nantinya akan bermuara pada kepuasan pasien yang dapat meningkatkan daya saing terhadap layanan sejenis di luar negeri, terutama Rumah Sakit yang menjadi tujuan pasien pasien dari Indonesia.

“Kita targetnya layanan kesehatan Spesialistik di bidang Penyakit Dalam itu menuju sasaran kulitas yang terjangkau, dan merata diseluruh pelosok negeri ini,” tutupnya.

[divider sc_id=”sc1505882844401″]divider-3[/divider]

[team layout=”4″ staff=”1694″ sc_id=”sc1282509802140″]

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.