Pantai Losari Ditutup, Pedagang Pisang Epe’ Kebingungan

Suasana lapak pedagang pisang epe di pantai losari

KabarMakassar.com — Anjungan Pantai Losari ditutup sementara sejak Rabu (18/3) lalu. Keputusan pemerintah setempat untuk menutup tempat yang menjadi icon Kota Makassar itu selama 14 hari, diambil sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Namun, keputusan ini menimbulkan masalah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan para pedagang kaki lima (PKL) yang menggantungkan perekonomian keluarganya dengan cara setiap hari berjualan di Anjungan Pantai Losari.

Muslimin, salah seorang pedagang yang sehari-hari berjualan pisang epe’ di Pantai Losari, menurutnya Penutupan itu berdampak baginya

“Keputusan ini sangat jelas berdampak kepada kami, karena mata pencaharian kita cuman di situ,” tutur Muslimin, Sabtu (21/3).

Kata dia, jangankan 14 hari, 5 hari saja Pantai Losari ditutup, dampak bagi perekonomian keluarganya pasti sudah sangat terasa.

“Kalau (Pantai Losari) ditutup, kita dapat uang darimana untuk kebutuhan sehari-hari? Kami bingung,” keluhnya.

Meski begitu, Muslimin mengaku mau tak mau harus memaklumi keputusan Pemerintah Kota Makassar ini.

“Ini demi keselamatan kita juga, jadi maumi diapa. Ini demi pencegahan, jadi bisa dibilang ada dampak buruknya dan dampak baiknya. Berdoa saja semoga kondisi segera pulih dan normal kembali, supaya kita semua bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.

Sekadar diketahui, keputusan Pemkot Makassar terkait penutupan Anjungan Pantai Losari selama 14 hari sejak Rabu (18/3) ini dituangkan dalam Surat Edaran Walikota Makasar No: 443.01/89/S.EDAR/DISPAR/III/2020 tertanggal 17 Maret 2020, yang ditandatangani Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Menurut Iqbal, hal ini dilakukan sebagai bagian dari tingkat kewaspadaan dalam mengurangi kerumunan warga, memperketat social distancing, dan mengajak warga untuk melakukan self Isolation atau berdiam diri di rumah untuk sementara waktu jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

Selama penutupan berlangsung, kata dia, akan dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di semua anjungan yang ada di Pantai Losari.

Melalui surat edaran itu, Pemkot Makassar juga menginstruksikan untuk dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gejala, tanda dan cara pencegahan penularan infeksi Covid-19. Termasuk memberikan batasan waktu pengoperasian tempat-tempat keramaian swasta seperti Mall dan tempat hiburan.

“Kita juga melakukan pembatasan jam operasional selama 14 hari ke depan untuk pusat perbelanjaan (Mall), daya tarik wisata buatan dan usaha pariwisata seperti Tempat Hiburan Malam (THM), tempat karaoke ,dan panti pijat,” kata Iqbal.

“Kita juga meminta seluruh manajemen usaha pariwisata dan tempat-tempat umum lainnya termasuk tempat ibadah menyediakan wastafel dan sabun serta melakukan kegiatan rutin berupa pengecekan ketersediaan Hand Sanitizer pada tempat tertentu dalam area kerja,” tambahnya.

Pemkot Makassar juga meminta untuk dilakukan koordinasi secara berkala dengan Puskesmas/Rumah Sakit yang telah dirujuk oleh Pemkot Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Kita meminta kepada masyarakat untuk sementara menghindari kegiatan di keramaian, membatasi aktivitas di luar rumah serta menjaga lingkungan tempat kita tinggal tetap bersih dan higienis,” imbaunya.

Iqbal menambahkan, surat edaran ini akan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Selain melakulan penutupan sementara Pantai Losari, Pemkot Makassar juga telah sebelumnya telah mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi dan mencegah penularan Covid-19 di Makassar, dengan merumahkan siswa-siswi tingkat TK/Paud, SD/MA, SMP/MTS.

Reporter :

Editor :

Zultamsil

Daus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI