Opini: Genangan dan Kepekaan Pemimpin Kita

ilustrasi

KabarMakassar.com — Sudahlah, mending kita sedikit menarik kesimpulan bahwa Genangan kemarin itu anggap saja sebagai ajang adu kepekaan para Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2018.

Terlepas dari kausalitasnya, ternyata kita melihat semua calon pemimpin makassar kedepan sangat peka terhadap kondisi yang dialami oleh masyarakatnya dengan mendatangi langsung beberapa lokasi kejadian.

Mereka datang dengan caranya masing masing. Dan hal itu tampak terpublis hampir di semua media online selanjutnya di share di berbagai group. Bahkan di media cetak edisi hari ini, Jumat 22 Desember 2017 tepat dengan perayaan hari IBU akan jadi halaman satu.

Baca juga :   Opini: Pensiun & Candu Politik

Meski demikian, tentu kita berharap semoga apa yang mereka tunjukkan bukan karena ada sesuatu yang sifatnya momentuman apalagi alasan politis.

Sebagaimana yang dimaksud dalam konsepsi filsafat moral bahwa kadang sebuah putusan itu dilakukan karena adanya imperatif hipotesis dan imperatif kategoris.

Imperatif hipotesis hanya akan ditaati atau dilakukan oleh seseorang karena adanya kepentingan diri sendiri. Seseorang akan melaksanakan suatu putusan atas dorongan ego. Yang dimaksud adalah imperatif yang tidak ada hubungannya dengan moral.

Baca juga :   Opini: Novel Baswedan Angkat Bicara

Sedangkan imperatif kategoris, dimana putusan terjadi karena suatu kehendak kemanusiaan. Sesuatu itu pantas dan atau sudah seharusnya dilakukan bukan karena sesuatu yang lain.

Artinya, bahwa seseorang harus lebih melihat suatu putusan karena memang itu lebih baik dilakukan karena disebabkan tingkat urgenitasnya, dan sekali lagi bukan karena sesuatu yang lain.

Selamat malam Kota Makassar. Selamat beristrahat. Semoga besok tidak ada lagi kenangan karena hujan yang kadang lupa caranya berhenti, bak rindu yang tak tahu diri. (*)

Baca juga :   Opini: Presedential-treshold Dan Kebodohan Politik

Penulis Suharlim