Opini: Badai Korupsi e-KTP

surabayapost.net

Kabar Makassar — Badai nasional e-KTP tak akan tertahankan oleh sekadar Panitia Kecil Hak Angket. Anginnya akan menggangsir Senayan, menyibak topeng-topeng, menyingkap rahasia di balik wajah-wajah suci politisi — kendati sebagian adalah kawanku sendiri.

Dan juga kenyataan, di saat jutaan orang bermandi peluh untuk sekeping dua keping perak, sejumlah orang di negeri ini begitu kaya hanya dengan modal tepukan di punggung dan anggukan kepala.

Baca juga :   Opini: Fakta dibalik kemenangan Owi dan Butet

Tak percaya?

Lebih 470 miliar rupiah mengalir ke seorang politisi papan atas, hanya dengan menepuk punggung seorang rekannya yang gencar bersuara, seraya menanggukkan kepala kepada pengusaha dan panitia lelang.

“Oke ya. Jangan galak-galak,” katanya dengan senyum setengah bibir. Dengan tepukan dan anggukan itu, ia pun menambahkan hampir setengah triliun rupiah ke dalam pundi-pundinya.

Baca juga :   Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Kehidupan

Mari berdendang: “… penguasa, penguasa. Berilah hambamu uang. Beri hamba uang. Beri hamba uang. Beri hambaaaaa uwwaaang.” #gaknyambung

Penulis: Tomy Lebang
Foto: surabayapost.net