Opini: Absolutisme Hitler dan Ancaman Demokrasi Indonesia

onlineindo.tv. [Int.]

Kabar Makassar — Absolutisme Hitler itu tidak terjadi sekejap. Itu berproses dalam 2 dekade. Prosesnya mulai dari halus, kasar, lalu sampai taraf brutal. Proses-proses itu melingkupi pembungkaman suara rakyatnya sendiri, pemenjaraan orang yang dianggap tidak sejalan, sampai pada pembunuhan (baik yang melalui sistem hukum yang telah terkooptasi kepentingan pribadi Hitler maupun melalui perintah langsung Hitler sendiri).

Jalan menuju absolutisme itu makin terbuka lebar mana kala perwira-perwira tinggi Militer Negara memilih tunduk secara pribadi kepada Hitler. Dan sampai ke sana juga tidaklah sekejap. Pertama-tama, Hitler -yang dalam kemiliteran menyandang pangkat Kopral- membentuk dan membesarkan Schutzstaffel (SS). Ini adalah organisasi paramiliter (organisasi semi-militer, terdiri dari warga sipil namun dilatih dan di-organize sebagaimana militer profesional) di bawah partai Nazi.

Baca juga :   OPINI: Tabur Tunai, Setelah Sedot Uang Negara

Seiring dengan membesarnya partai Nazi dan tibanya partai itu ke tampuk kekuasaan, SS secara bertahap diberi peran yang mengambil job orang-orang militer profesional Jerman. Militer Jerman yang semula berisi tentara-tentara dengan pendidikan militer standar, akhirnya bercampur dengan “tentara-tentara KW” dari SS yang rata-rata “pendidikan militer”nya hanya setingkat baris-berbaris. Namun belakangan, dengan mantapnya posisi di militer, SS pun membangun akademi militernya sendiri. Pejabat-pejabat Militer profesional Jerman makin tersisih dari pengambilan-pengambilan keputusan strategis, dan pada akhirnya “tunduk” pada Hitler sepenuhnya. Jenderal-jenderal jebolan akademi dikendalikan pensiunan Kopral.

Baca juga :   "Radar"Jurnalis Dan Kasus SN

Absolutisme Hitler itu terpupuk dari “pengiyaan” apa pun perkataan Hitler oleh, justru, orang-orang sekitarnya. Yang paling ngeri adalah saat Reichstag (Parlemen Jerman) sepenuhnya dikuasai orang-orang Hitler. Parlemen Jerman menjadi sekedar “stempel” pengesahan apa pun kehendak Hitler. Sampai-sampai Reichstag mendapat julukan “Klub Nyanyi Termahal” karena kerjanya hanya menyanyikan lagu kebangsaan saja saat pembukaan dan penutupan sidang, karena keputusan sidang sudah ada sebelumnya (yaitu, keputusan Hitler).

Absolutisme seperti Hitler jangan sampai terjadi di negara kita. Harus dicegah. Tanda-tandanya sudah ada dan nampak di depan mata.

Baca juga :   Pro Kontra Film G30SPKI

Mengapa?

Karena, pada akhirnya absolutisme Hitler membawa kehancuran total bagi negaranya sendiri. Hitler bisa mengambil keputusan tanpa mikir (dan harus dijalankan). Tak peduli ia bahwa dari keputusan-keputusannya itu mengorbankan banyak Jenderal profesional, rakyat, dan pada akhirnya tanah air Jerman sendiri.

Penulis: Canny Watae
Foto: Int.