Langsung ke konten
News

Zulkifly Dorong Inovasi Kecamatan Terintegrasi Lontara dan Berdampak pada PAD

Sekda Makassar Andi Zulkifly mendorong inovasi PKP III terintegrasi Lontara untuk meningkatkan PAD, retribusi sampah digital, dan UMKM.

Nofisari Diperbarui
Sekda Makassar Andi Zulkifly saat menjadi mentor peserta PKP III LAN RI (Dok: Ist)
Sekda Makassar Andi Zulkifly saat menjadi mentor peserta PKP III LAN RI (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melahirkan inovasi yang dapat direplikasi di kecamatan lain.

Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly usai didaulat menjadi mentor peserta PKP III LAN RI di Kota Makassar, Selasa (29/09).

Mereka yang dimentori Sekda Makassar Andi Zulkifly yakni Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha, Camat Tallo Andi Husni dan Kabag Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setda Makassar.

Sekda Makassar Andi Zulkifly menilai, sejumlah inovasi aksi perubahan yang dikembangkan peserta, khususnya terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi sampah serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlu diarahkan agar memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat.

Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya berhenti sebagai aksi perubahan dalam lingkup peserta, tetapi dapat dikembangkan menjadi model percontohan yang diterapkan di kecamatan lainnya.

“Saya berharap dari inovasi-inovasi ini lahir sebuah role model untuk beberapa kecamatan, khususnya terkait pengembangan UMKM dan pembayaran retribusi sampah secara digital,” kata Andi Zulkifly.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga telah merencanakan penyusunan blueprint yang nantinya dapat diintegrasikan ke dalam Lontara sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

“Ini memang sudah kita rencanakan untuk membuat blueprint, kemudian kita satukan di Lontara dalam rangka peningkatan PAD. Nantinya bisa terhubung dengan inovasi di kecamatan dan kelurahan, termasuk pengembangan UMKM,” ujarnya.

Andi Zulkifly juga meminta peserta tidak membatasi target aksi perubahan hanya pada dua kelurahan dalam jangka pendek.
Ia mendorong perluasan lokus agar dampak inovasi dapat diukur secara lebih komprehensif.

Untuk Kecamatan Rappocini, misalnya, eks Camat Ujung Pandang ini meminta agar cakupan pengembangan UMKM ditambah sedikitnya lima kelurahan.

“Kalau target jangka pendeknya hanya dua kelurahan, saya minta ditambah. Minimal setengahnya. Misalnya di Rappocini ada lima kelurahan yang menjadi tambahan untuk pengembangan UMKM, saya minta ditambah lima kelurahan,” tuturnya.

Menurut Andi Zulkifly, perluasan sasaran tersebut penting untuk mengetahui efektivitas inovasi sekaligus mengukur dampaknya terhadap pembangunan di tingkat kecamatan.

“Jadi nanti hasilnya akan kita lihat bagaimana dampaknya. Apakah ada peningkatan PAD, bagaimana pelayanan, dan bagaimana peningkatan perekonomian masyarakat di kecamatan tersebut. Semua itu harus terukur,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan aksi perubahan tidak hanya dilihat dari terlaksananya program, tetapi juga dari manfaat dan perubahan yang dihasilkan setelah inovasi diterapkan.

Dengan demikian, inovasi yang lahir melalui PKP III diharapkan dapat menjadi model yang dapat dikembangkan dan direplikasi oleh perangkat daerah maupun kecamatan lainnya di Kota Makassar.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua