KabarMakassar.com -- Warga Kota Makassar berbondong-bondong mendatangi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kecamatan Tallo dan Kecamatan Makassar, Kamis (22/10).
Antrean sudah mengular sejak pukul 06.00 Wita, sehingga panitia memajukan jadwal pelaksanaan dari rencana awal pukul 07.00 Wita.
Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Mayjen TNI (Purn) Ito Hediarto, mengatakan antusiasme warga tampak jelas sejak pagi. Lokasi kegiatan sudah dipadati pembeli satu jam sebelum waktu yang dijadwalkan, sehingga panitia memutuskan membuka penjualan lebih cepat.
"Jualannya jual murah. Bisa dilihat dari jam 6 pagi tadi kita semuanya sudah penuh. Kita rencanakan mulai jam 7, ternyata jam 6 sudah penuh, akhirnya kita mulai lebih awal," tutur Ito.
Di Makassar, GPM digelar di dua titik, yakni Kecamatan Tallo dan Kecamatan Makassar. Ito mengaku telah meninjau kedua lokasi tersebut. Selain pasar murah, rangkaian kegiatan juga mencakup penyaluran paket bantuan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang diberikan Bulog dan ID Food.
"Kita sudah kunjungi juga dua-duanya. Kegiatannya ada gerakan pasar murah, kemudian ada pemberian CSR paket dari Bulog, kemudian ada CSR paket dari ID Food, gitu ya. Ada 12 komoditi yang kita jual di sini," katanya.
Adapun 12 komoditas yang tersedia pada GPM kali ini meliputi beras SPHP sebanyak 10 ton dari Bulog, beras premium, Minyak Kita sebanyak 6.000 liter, cabai rawit, cabai keriting, tomat, wortel, dan aneka sayuran. Selain itu, tersedia pula olahan ikan, olahan ayam, ikan kembung, ikan layang, telur ayam, dan ayam beku.
Ito menambahkan, sejumlah warga yang hadir menyampaikan permintaan agar kegiatan serupa lebih sering digelar. Aspirasi tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti bersama Bulog, ID Food, dan BUMN pangan lainnya.
"Tadi ada permintaan lebih sering lebih baik dari warga. Kita upayakan nanti bersama-sama dengan Bulog, bersama-sama dengan ID Food, dan BUMN Pangan lainnya, kita bisa melaksanakan gerakan-gerakan yang positif seperti ini lebih baik lagi ke depannya," katanya.
Di antara warga yang hadir, Hera mengaku rela datang sejak pagi demi mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Ia juga menyinggung kenaikan harga beras di pasaran yang mulai terasa di dapur rumah tangga.
"Saya rela antre dari tadi, pagi-pagi. Ke depannya bisa diadakan pasar murah lagi, bulog juga bisa mengantisipasi persediaan beras di pasaran karena harga beras di pasaran sekarang lagi naik. Biasa saya beli 12 ribu, sekarang sudah 13 ribu. Jadi ini sangat membantu," katanya.
Harapan serupa disampaikan warga lainnya, Lina. Dia berharap pasar murah tidak hanya digelar sesekali, serta meminta ketersediaan barang ditambah agar semua pengunjung bisa terlayani.
"Kalau bisa, jangan cuma sekarang saja diadakan. Kalau bisa setiap bulan ada, karena kebutuhan dapur itu setiap hari. Terus, kalau bisa stok barangnya diperbanyak supaya semua warga yang datang bisa dapat, jangan sampai sudah antre lama tapi barangnya habis," ucap Lina.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila