kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Warga Kepulauan Minta Perhatian Serius Pemerintah dan DPRD Selayar, Sulitnya Transportasi Laut

banner 468x60

KabarSelayar.id – Sejak kapal feri tidak melayani rute pelabuhan Pulau Jinato, dan kapal Pelni yang belum ada jadwal operasi karena naik dok sejak akhir tahun 2022 lalu, warga Pulau Jinato merasakan sulitnya transportasi ke pusat Ibukota kabupaten Kepulauan Selayar di Benteng. 

Untuk sampai ke Ibukota Selayar, warga harus menunggu kapal-kapal pengangkut ikan yang mau berangkat ke pelabuhan di Bulukumba atau Sinjai atau harus menyeberang ke pelabuhan feri di Pulau Kayuadi. 

Pemprov Sulsel

"Kami sangat kesulitan kalau mau ke Selayar, karena harus nyebrang dulu ke Kayuadi baru bisa dapat kapal feri yang jadwalnya juga hanya 2 kali seminggu. Tambah sulit lagi, karena kapal Pelni belum ada jadwal operasi," jelas Muh. Arsyad, Kepala Dusun Jinato, Senin (6/2/2023). 

Selama tidak ada kapal penumpang yang sandar di dermaga Pulau Jinato, satu-satunya alternatif yang menjadi andalan masyarakat untuk masuk dan keluar Jinato adalah kapal-kapal es dan perahu yang bisa dicarter ke Selayar, memang kapal es lancar tapi tujuannya kebanyakan Bulukumba dan Sinjai, jadi kita segan minta di kasi singgah, jelas Ilham, di Jinato.

Menurutnya, kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat, apalagi kalau ada yang tiba sakit dan harus dirujuk ke Selayar. Selain itu urusan-urusan mendadak ke pusat kabupaten sangat terhambat. Termasuk distribusi logistik para pedagang ikut mengalami kesulitan. 

Menumpang perahu-perahu perikanan dan perahu rakyat sangat berisiko bagi warga, karena jenis kapal yang digunakan sebagai sarana alternatif, tidak diperuntukkan sebagai kapal angkutan penumpang yang tidak dilengkapi alat keselamatan pelayaran, seperti pelampung. Bisa dibayangkan jika kondisi perairan Kepulauan Selayar seperti saat ini musim barat, tentu sangat beresiko mengancam keselamatan para penumpang.

Masyarakat juga menyadari akan ada bahaya yang mengancam keselamatan jiwa mereka, tetapi mau tak mau dan suka tak suka terpaksa menggunakan kapal barang sebab tidak ada pilihan angkutan lain.

Warga berharap agar Pemerintah dan wakil rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar serius memperhatikan hal keluhan warga ini. (Tim).

PDAM Makassar