kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Warga Desa Tarupa Pertahankan Imam Desa Lama Tolak yang Baru, Aspirasi Akan Lanjut ke Kemenag

banner 468x60

KabarSelayar.id, – Sekitar kurang lebih 80 orang warga Desa Tarupa Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar berbondong-bondong mendatangi Kantor Pemerintah Desa Tarupa untuk melakukan aksi protes dan menyampaikan aspirasi mempertanyakan pemberhentian Imam Desa pada Senin (5/6/2023).

Aksi protes itu dipicu atas adanya keputusan pemberhentian seorang Imam Desa atas nama H. Tajuddin oleh Pemerintah Desa Tarupa. Dimana menurut penilaian warga masih sangat layak dipertahankan karena disukai dan mengingat jasanya yang sering membantu warga.

Pemprov Sulsel

Kekecewaan warga tidak hanya pada pemberhentian Imam Desa akan tetapi dikarenakan oleh sikap dan pelayanan pemerintah desa yang dinilai tidak merespon mereka saat menyampaikan aspirasinya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Babinsa Desa Tarupa Sertu Bajo Raha Anggota Kodim 1415 Selayar Koramil 1415-02 Pasimasunggu, bahwa kedatangan mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Desa dalam hal ini Sekretaris Desa Tarupa Suharjo Muna dan Ketua BPD Tarupa Ridwan yang berada di kantor desa.

"Saat itu, warga agak marah karena tidak dilayani oleh Pemerintah Desa saat ingin menyampaikan aspirasinya. Sebelumnya saya tidak tahu karena kejadian itu tiba-tiba dan tidak ada juga informasi dari perangkat desa lainnya. Saya baru mengetahuinya setelah salah satu warga yang menghubungi saya dan meminta menormalkan kondisi warga yang menilai pemerintah desa tidak melayani saat menyampaikan aspirasinya," ungkapnya.

Lebih lanjut Babinsa Tarupa mengatakan bahwa setelah mendapat informasi adanya peristiwa tersebut dirinya mendatangi kantor desa untuk menenangkan dan mediasi warga. Selanjutnya berkoordinasi dan meminta Sekdes dan Ketua BPD Tarupa untuk menemui warga dan mendengar aspirasi yang disampaikan.

Penyampaian dari Imam Desa Lama H. Jamaluddin bahwa dirinya mengaku kaget karena tiba-tiba mendapat Surat Pemberhentian sebagai Imam Desa dari Pelaksana Tugas Kades Tarupa, Ia juga menceritakan hal tersebut kepada keluarga lalu kemudian menyebar ke seluruh warga Desa Tarupa yang membuat Warga bertanya-tanya mengapa diberhentikan tiba-tiba. 

"Jadi mengetahui saya diberhentikan mereka berpangkat berbondong-bondong ke kantor desa," ungkap H. Jamaludin.

Dalam menyampaikan aspirasi, salah satu perwakilan warga mengatakan tidak terima keputusan pemberhentian Imam desa secara sepihak oleh Sekdes dan PLT Desa Tarupa tanpa adanya koordinasi dengan warga dan para tokoh agama lainnya. Mereka juga 

mempertanyakan apa kesalahan Imam desa sehingga diganti.

Selanjutnya, Warga mengaku tidak puas dengan jawaban yang dinilai kaku dalam menerapkan aturan, jikalau menilai dari ijazahnya masih banyak perangkat desa yang tidak memiliki ijazah dan sementara di kampung lain aturan seperti itu mendapat kebijakan.

Warga membubarkan diri setelah tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, mereka tetap tidak menerima pengangkatan Imam baru dan tetap mempertahankan Imam lama. Para warga akhirnya melanjutkan aspirasinya melalui persetujuan tanda tangan yang akan disampaikan ke Kemenag atau Kantor KUA.

PDAM Makassar