KabarMakassar.com – Dukungan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar terhadap Munafri Arifuddin atau Appi untuk maju sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Musyawarah Daerah (Musda) pada 23 Oktober 2026 belum diputuskan secara resmi melalui rapat internal.
Namun, Appi dinilai sebagai salah satu figur yang layak memimpin partai berlambang bintang mercy itu.
Diketahui, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi diwakili Sekertaris Demokrat Makassar Fatma Wahyudidn menjadi calon pertama yang mengambil formulir untuk pencalonan ketua DPD Demokrat Sulsel.
Wakil Ketua DPC Demokrat Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, mengatakan hingga kini belum ada rapat resmi di tingkat DPC yang membahas konsolidasi dan penetapan arah dukungan untuk pemilihan Ketua DPD Demokrat Sulsel.
“Secara kelembagaan, kami di Demokrat Makassar belum pernah melakukan rapat konsultasi terkait arah dukungan tersebut. Untuk konsolidasi masalah arah dukungan, kami juga belum melakukan rapat resmi,” kata Tri kepada awak media di gedung DPRD kota Makassar jalan AP Pettarani, Kamis (15/10).
Meski belum ada keputusan kelembagaan, Anggota DPRD kota Makassar itu menilai Appi memiliki kapasitas untuk memimpin Demokrat Sulsel. Melihat pengalaman politiknya di partai sebelumnya serta posisinya sebagai Wali Kota Makassar menjadi pertimbangan dalam melihat peluang menduduki kursi Ketua Demokrat Sulsel.
Ia mengatakan, jika DPC Demokrat Makassar menggelar rapat resmi dan diberikan kesempatan mengusulkan nama calon ketua, Wali Kota Makassar Appi menjadi salah satu figur yang akan dipertimbangkan dalam rapat internal tersebut.
“Saya pikir Pak Appi juga masuk sebagai orang yang sangat layak dan bisa memimpin Demokrat Sulsel dengan pengalaman-pengalamannya di partai sebelumnya, apalagi sekarangkan dia Wali Kota Makassar tentu pulang untuk jadi ketua DPW sangat baik,” ujarnya.
"Apalagi pada saat pengambilan formulir pak Appi diwakili oleh sekertaris Demokrat Makassar ibu Fatma, tentu ini salah satu dukungan Demokrat Makassar meski belum ada keputusan resmi," tukasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, Nama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, kini masuk dalam tahapan penjaringan setelah pengambilan formulir pendaftarannya dilakukan pada Kamis (15/10).
Menariknya, Appi menjadi bakal calon pertama yang pengambilan formulirnya dilakukan setelah proses penjaringan resmi dibuka. Langkah awal tersebut diwakili Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulawesi Selatan, Hj. Fatma Wahyuddin, ST., MM., yang juga menjabat Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Makassar.
Fatma mendatangi Kantor DPD Partai Demokrat Sulsel di Jalan Mirah Seruni, Makassar. Kedatangannya diterima langsung oleh pengurus Demokrat, Wahyu Syahruddin, dalam rangka menindaklanjuti proses pendaftaran yang menjadi bagian dari mekanisme penjaringan calon ketua di tingkat provinsi.
Kehadiran Fatma sekaligus menandai dimulainya tahapan administratif pencalonan Appi. Ia tidak hanya mengambil formulir, tetapi juga menyerahkan sejumlah persyaratan pendaftaran sesuai dengan tahapan yang sedang berjalan.
Penunjukan Fatma sebagai perwakilan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Appi saat ini sedang berada di luar kota sehingga belum dapat datang langsung ke kantor DPD Demokrat Sulsel. Karena itu, ia menerima mandat untuk menjalankan proses pengambilan formulir tersebut.
“Beliau sedang berada di luar kota, dan beliau sampaikan untuk mewakili pengambilan formulir,” kata Fatma.
Ia menegaskan, surat kuasa yang diberikan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kehadirannya di kantor DPD Demokrat Sulsel menjadi bagian dari upaya memastikan tahapan pencalonan berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan partai.
Meski pengambilan formulir dilakukan melalui perwakilan, proses tersebut tidak berhenti pada pemenuhan administrasi semata. Appi dijadwalkan melanjutkan tahapan berikutnya dengan mengembalikan formulir pendaftaran secara langsung.
Fatma menyebut, pengembalian formulir direncanakan berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sepanjang tidak ada kendala yang mengubah agenda tersebut.
“Insyaallah kalau tidak ada halangan, tanggal 17 akan dikembalikan langsung oleh Pak Wali,” ujarnya.
Penulis: Nursinta