KabarMakassar.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar melalui Kelompok Kerja (Pokja) I menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tata cara merawat dan memandikan jenazah selama dua hari, yakni Senin (12/10) hingga Selasa (13/10).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, ini diikuti sejumlah kader PKK dari tingkat kecamatan dan kelurahan. Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam.
Ketua panitia, Nurhaenah, mengatakan kegiatan ini mengangkat tema penting yang kerap dihindari sebagian masyarakat karena rasa takut maupun kurangnya pemahaman tentang tata cara pengurusan jenazah.
“Perawatan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah bagi umat Islam. Artinya, harus ada orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakannya di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Nurhaenah, melalui pelatihan ini, TP PKK Kota Makassar berharap dapat mencetak kader-kader yang mandiri, terampil, dan berani mengambil peran dalam penyelenggaraan jenazah.
Materi yang diberikan mencakup tahapan pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman. Para kader juga diharapkan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Sementara itu, mewakili Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Vivi Andriani menyampaikan bahwa keterampilan mengurus jenazah perlu dikuasai kader PKK, khususnya yang tergabung dalam Pokja I.
Ia menjelaskan, fardhu kifayah merupakan kewajiban bersama yang pelaksanaannya dapat diwakili oleh sebagian umat Islam yang telah menunaikannya. Karena itu, diperlukan kerja sama dan keterlibatan masyarakat agar kewajiban tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, ibu-ibu dapat menyosialisasikan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengajak masyarakat lainnya untuk belajar. Dengan begitu, akan semakin banyak tenaga yang siap membantu penyelenggaraan jenazah di kelurahan masing-masing,” tuturnya.
Vivi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengelola masjid, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Sedangkan, trainer dan praktisi penyelenggaraan jenazah. Tri Eka Husaini Putri menekankan bahwa setiap Muslim perlu memahami tata cara pengurusan jenazah sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap manusia yang telah meninggal dunia.
Ia mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian bagi setiap makhluk hidup, tanpa mengenal usia, kondisi, maupun tempat. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai penyelenggaraan jenazah sebaiknya tidak hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, tetapi juga dipelajari dan dipraktikkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, ilmu tentang pengurusan jenazah perlu terus diulang agar tata cara yang dipelajari dapat dipahami dan dilaksanakan dengan benar ketika dibutuhkan.
Selain pemahaman keagamaan, peserta juga diarahkan untuk memahami pentingnya menjaga kehormatan jenazah, termasuk memperhatikan ketentuan syariat dalam proses memandikan dan mengkafani.
Ilmu yang Harus Diteruskan
Bimtek ini diharapkan menjadi langkah nyata TP PKK Kota Makassar dalam memperkuat peran kader di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pemberdayaan keluarga, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Dengan bertambahnya kader yang memahami tata cara penyelenggaraan jenazah, masyarakat diharapkan memiliki sumber pengetahuan dan tenaga terlatih yang dapat membantu ketika ada warga yang meninggal dunia.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa mengurus jenazah bukanlah hal yang harus dihindari karena rasa takut. Dengan bekal ilmu, pemahaman agama, dan kepedulian sosial, kewajiban tersebut dapat dilaksanakan secara terhormat, benar, dan penuh tanggung jawab.
Penulis: Nursinta