Langsung ke konten
News

Tiga Mahasiswa FSIKP UMI Lolos Google Student Ambassador

Tiga mahasiswa FSIKP UMI lolos sebagai Google Student Ambassador. Mereka berasal dari Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Nofisari Diperbarui
Tiga mahasiswa FSIKP UMI lolos sebagai Google Student Ambassador (Dok: Ist)
Tiga mahasiswa FSIKP UMI lolos sebagai Google Student Ambassador (Dok: Ist)

KabarMakassar.com -- Tiga mahasiswa Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) lolos sebagai Google Student Ambassador. Ketiganya berasal dari tiga program studi berbeda, yakni Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Nurul Fadhilah Dwiyanti Abna dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Amalia Kartika dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Al Musawwir dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Keterlibatan mahasiswa dari tiga program studi dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa FSIKP UMI mengembangkan kapasitas di luar bidang akademik. Program Google Student Ambassador juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman dan jejaring dalam ekosistem digital.

Melalui program tersebut, ketiganya diharapkan dapat mengembangkan sejumlah kemampuan yang dibutuhkan di dunia profesional. Kompetensi yang dapat diasah antara lain kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan literasi teknologi.

Wakil Dekan III FSIKP UMI, Muhammad Idris,  mengatakan capaian tiga mahasiswa tersebut menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi mahasiswa untuk mengambil peluang pengembangan diri di luar perkuliahan.

“Kami tentu sangat bersyukur dan bangga. Capaian Nurul, Amalia, dan Al Musawwir menunjukkan bahwa mahasiswa FSIKP UMI memiliki potensi untuk berkompetisi, berkolaborasi, dan mengambil bagian dalam ekosistem digital yang lebih luas. Terlebih mereka berasal dari tiga program studi berbeda, sehingga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama FSIKP UMI,” ungkapnya.

Menurut Muhammad Idris, status sebagai Google Student Ambassador seharusnya tidak berhenti sebagai capaian individual. Pengalaman yang diperoleh ketiganya diharapkan dapat diteruskan kepada mahasiswa lain melalui berbagi pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang mereka dapatkan selama mengikuti program.

“Menjadi ambassador bukan hanya tentang membawa nama atau status, tetapi juga tentang bagaimana kesempatan tersebut menghadirkan manfaat. Kami berharap mereka menjadi penggerak, berbagi pengalaman, membuka jejaring, dan mengajak mahasiswa lain untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” jelasnya.

Ia juga meminta ketiga mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kapasitas personal. Pengembangan kemampuan tersebut diharapkan tetap berjalan seiring dengan penguatan kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Muhammad Idris menilai kemampuan di luar kompetensi akademik semakin diperlukan mahasiswa untuk menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, berkreasi, dan memahami teknologi menjadi bagian dari keterampilan yang perlu dikembangkan sejak masa perkuliahan.

“Hari ini mahasiswa tidak cukup hanya unggul pada bidang studinya. Mereka juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, kreativitas, dan literasi digital. Pengalaman seperti ini menjadi ruang belajar yang sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia profesional yang semakin dinamis,” tambahnya.

Keterlibatan tiga mahasiswa dari program studi berbeda juga memperlihatkan bahwa peluang pengembangan kompetensi digital dapat diikuti mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Pengalaman tersebut sekaligus dapat menjadi modal untuk membangun jejaring dengan mahasiswa dan komunitas yang lebih luas.

FSIKP UMI menyatakan akan terus mendorong mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. Program yang didorong mencakup kompetisi, pertukaran pengalaman, serta kegiatan berskala nasional dan internasional.

Melalui keterlibatan dalam berbagai program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dan jejaring yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional.

 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua