KabarMakassar.com -- Tiara Suar Sulawesi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar akan menggelar roadshow edukasi ke sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) pada 28 Oktober 2026 mendatang.
Kegiatan ini menyasar siswa untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan perundungan, kekerasan seksual, serta eksploitasi dan pelecehan seksual anak di ranah daring atau Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA).
Program tersebut merupakan tindak lanjut audiensi antara pengurus Tiara Suar Sulawesi dan Kepala Disdik Kota Makassar, Achi Soleman, di Kantor Disdik Makassar, Jumat (16/10).
Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama dan jejaring perlindungan anak serta perempuan di lingkungan sekolah.
Roadshow dijadwalkan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
Melalui kegiatan tersebut, kedua pihak akan memberikan edukasi kepada siswa mengenai cara mengenali tindakan kekerasan, memahami batasan tubuh, menolak perilaku yang melanggar hak mereka, serta melaporkan kasus melalui jalur yang aman.
Kepala Disdik Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan sekolah perlu mengambil peran aktif dalam melindungi siswa dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk yang terjadi melalui ruang digital.
"Kami di Dinas Pendidikan menyambut baik kolaborasi ini. Fakta di lapangan, kasus perundungan dan kekerasan seksual, termasuk yang terjadi di ruang digital atau OCSEA, membutuhkan penanganan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Sekolah harus jadi tempat pertama yang melindungi," ujar Achi.
Menurut Achi, upaya perlindungan anak di sekolah tidak cukup hanya dengan memberikan pendidikan akademik. Lingkungan sekolah juga perlu mendukung keamanan siswa agar mereka dapat belajar tanpa mengalami intimidasi, pelecehan, maupun bentuk kekerasan lainnya.
Ia menambahkan, momentum Sumpah Pemuda dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mendorong keberanian anak menyampaikan persoalan yang mereka alami atau saksikan. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak takut mencari bantuan ketika menghadapi perundungan atau mengetahui adanya kekerasan terhadap teman mereka.
Dewan Pengawas Tiara Suar Sulawesi, Isnaniah Nurdin, mengatakan kerja sama dengan Disdik Makassar perlu menghasilkan perubahan perilaku, bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi nyata dalam membangun karakter generasi muda Indonesia yang berani, berempati, dan saling menjaga. Perlindungan anak tidak cukup dengan spanduk anti-bullying, tapi dengan edukasi yang membuat anak mengerti batasan tubuhnya, haknya, dan cara melapor yang aman," kata Isnaniah.
Isnaniah menekankan pentingnya edukasi yang dapat membantu anak memahami hak atas perlindungan diri. Pengetahuan tersebut juga diperlukan agar siswa mampu membedakan interaksi yang wajar dengan perilaku yang melanggar batasan pribadi, serta mengetahui langkah yang dapat ditempuh ketika menghadapi situasi berisiko.
Ketua Tiara Suar Sulawesi, Alita Karen, menyebut perlindungan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga komunitas.
Menurut dia, pemahaman mengenai kekerasan seksual dan eksploitasi anak di internet perlu diperkuat agar anak dapat mengenali risiko di lingkungan sekitar maupun saat beraktivitas di dunia digital.
"Kolaborasi ini menjadi penanda bahwa isu perlindungan anak bukan hanya tugas satu lembaga. Ini tanggung jawab bersama sekolah, orang tua, dan komunitas. Kami tidak ingin anak Makassar jadi korban lagi karena minimnya literasi soal kekerasan seksual dan eksploitasi seksual anak di ranah online atau OCSEA," tegas Alita.
Dalam pelaksanaannya, roadshow akan berfokus pada tiga materi, yakni pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah, kekerasan dan pelecehan seksual, serta eksploitasi dan pelecehan seksual anak di ranah daring.
Edukasi direncanakan menggunakan metode partisipatif agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga memahami cara merespons situasi kekerasan.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mengetahui cara menolak tindakan yang melanggar batasan diri dan mencari pertolongan ketika menghadapi atau menyaksikan kekerasan.
Meski demikian, rincian sekolah yang akan menjadi lokasi roadshow dan mekanisme pelaksanaan kegiatan belum disebutkan dalam keterangan tersebut.
Kerja sama Tiara Suar Sulawesi dan Disdik Makassar ini diarahkan untuk memperkuat upaya perlindungan anak melalui edukasi di lingkungan pendidikan.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila