kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Tekan Angka ODGJ, Dinkes Jeneponto Siapkan Aplikasi Jekaji

banner 468x60

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto  menggelar Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat bersama OPD Lintas sektor di ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Jumat (27/10).

Tujuan adalah, untuk mengendalikan permasalahan kesehatan jiwa di Kabupaten Jeneponto maka dari itu  diperlukan kerja Tim secara terpadu.

Pemprov Sulsel

Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, H. Muh. Arifin Nur ini juga  dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Kaharuddin Gau, Pejabat Fungsional Ahli Utama Sekda Jeneponto, Kadis Kesehatan Jeneponto.

Selain itu, hadir pula Kadis Sosial Jeneponto, Kadisduk Capil Jeneponto, Kasatpol PP Jeneponto, Kodim 1425, Polres Jeneponto, Direktur RSUD Lanto Dg. Pasewang, Direktur BPJS Jeneponto, BAZNAS Jeneponto, Sekretaris Dinas Kesehatan Jeneponto, Para Kepala Bidang Lingkup Dinas Kesehatan, Para Camat Se-Kabupaten Jeneponto dan Para Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Jeneponto.

Dalam sambutannya, H. Muh. Arifin Nur menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat Kabupaten Jeneponto yang sudah terlibat.

"Tentunya Kami memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat Kabupaten Jeneponto yang telah terbentuk dan diharapkan dapat bekerjasama secara terpadu dalam penanganan masalah kesehatan jiwa di Kabupaten Jeneponto," cetusnya.

Sementara, Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel, Dr. dr. H.M. Ishaq Iskandar, M.Kes yang didapuk sebagai narasumber menyampaikan, akan mendukung Kabupaten Jeneponto dalam menyiapkan tenaga dan sumberdaya dalam pelayanan kesehatan jiwa berdasarkan data yang ada.

"Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, prevalensi depresi penduduk usia 15 tahun atau lebih adalah 6,1% atau sekitar 12 juta jiwa, gangguan Mental Emosional sebesar 9,8% atau lebih 19 juta jiwa. Proporsi gangguan jiwa berat (skizofrenia) yaitu 7 per 1.000 penduduk atau 1,6 juta jiwa di Indonesia," ungkapnya.

Sedangkan di Butta Turatea sendiri, Kadis Kesehatan Jeneponto, Syusanty A Mansur, SKM. M. Kes menyebut, angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mencapai ratusan jiwa.

"Selama tahun 2023 sampai saat ini, Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat sebanyak 351 jiwa," ujar Syusanty Andi Mansyur dalam laporannya.

Disisi lain, Pejabat Fungsional Ahli Utama Dr. dr. H. Muh. Syafruddin Nurdin, M.Kes juga ikut menyampaikan masukannya untuk mengurangi beban biaya.

"Dalam pelayanan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Jiwa maka diperlukan langkah konkret dengan melakukan deteksi dini keswa bagi masyarakat yang berusia di atas 15 Tahun,"

Ia menambahkan, hal ini sejalan dengan Rancangan Aksi Perubahan dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto Suryaningrat M, SKM, M.Kes. yang akan menyiapkan instrumen deteksi dini kesehatan jiwa melalui aplikasi.

"Aplikasi tersebut bernama Aplikasi Jeneponto Peduli Kesehatan Jiwa (JEKAJI) yang dapat memudahkan pengelola program Kesehatan Jiwa dalam melakukan deteksi dini keswa di masyarakat juga memudahkan kerjasama dan koordinasi lintas sektor melalui Tim JEKAJI yang telah terbentuk," pungkas mantan Sekda Jeneponto ini.

PDAM Makassar