Langsung ke konten
News

Teguh Iswara Dorong Indonesia Perkuat Diplomasi di Luar PBB

Teguh Iswara Suardi mendorong Indonesia memperkuat strategi diplomasi di luar PBB melalui kerja sama Global South, soft power, dan keterlibatan anak muda.

ardiyanti
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem asala Sulsel Teguh Iswara (Dok: Ist).
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem asala Sulsel Teguh Iswara (Dok: Ist).

Kabarmakassar.com - Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem asala Sulsel Teguh Iswara Suardi menekankan pentingnya penguatan strategi diplomasi Indonesia di luar mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kegiatan yang itu menjadi forum dialog antara BKSAP dengan akademisi, pakar, dan mahasiswa terkait isu-isu global dan peran diplomasi parlemen.

"Pemahaman bahwa saya ini background-nya kebetulan di dunia teknik keinsinyuran, jadi dengan kehadiran saya di sini di UI saya merasa sangat senang dan tambah wawasan. Mendapatkan banyak sekali masukan ilmu yang sangat positif," ujar Teguh mengawali sambutannya.

Anggota Komisi V DPR RI itu  merangkum diskusi di UI tersebut dengan menangkap adanya skeptisisme terhadap efektivitas PBB, namun di sisi lain dunia masih sangat bergantung pada lembaga tersebut.

"Ada sedikit rasa skeptisisme terhadap PBB itu sendiri, tapi saat yang sama kita pun masih sangat bergantung dengan PBB. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah memperkuat diri di eksternal PBB itu sendiri," jelasnya.

Menurut legislator NasDem dari Dapil Sulsel II itu, penguatan eksternal dapat dilakukan dengan memperkuat kerja sama dengan kawasan Afrika dan organisasi-organisasi internasional lainnya untuk membangun legitimasi Indonesia di Global South.

"Dengan cara misalnya ke Afrika kita kuatkan lagi, kemudian organisasi lain kita perkuat lagi. Jadi kita memperkuat diri secara eksternal itu juga sekaligus membangun legitimasi kita," tegas Teguh.

Teguh juga menyoroti pentingnya aktivisme dan perjuangan diplomasi yang berkelanjutan (sustain) dan dilakukan secara bottom-up, serta tidak bergantung pada satu jalur.

"Perjuangan ini adalah aktivisme yang tidak berhenti di satu waktu tapi terus berlanjut. Walaupun buahnya masih jauh 50 tahun ke depan, 20 tahun ke depan, tapi harus tetap dilakukan. Diplomasi itu jalannya sangat luas. Tadi Profesor sudah menyampaikan ada bahkan musisi yang bisa berbicara menggunakan soft power dengan tentara IDF, ada juga durian diplomacy. Artinya akan sangat banyak jalan untuk memperkuat bargaining position kita," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mendorong BKSAP perlu mendapatkan kajian-kajian yang holistik dari kampus seperti UI.

"Saya rasa kita di BKSAP perlu mendapatkan banyak kajian-kajian seperti ini di kampus UI yang akan memperluas wawasan kita secara holistik," ujarnya.

Isu lain yang disoroti adalah perkembangan teknologi digital terkait manipulasi dan pencurian informasi yang harus menjadi posisi bersama Indonesia di dunia internasional.

Menutup pernyataannya, Teguh menekankan peran anak muda UI sebagai kunci keberlanjutan diplomasi.

"Kegiatan dan langkah-langkah kecil yang kita lakukan hari ini di UI, goal-nya kan 20 tahun ke depan. Mau tidak mau harus melewati anak muda. Alhamdulillah peserta hari ini banyak anak muda juga. BKSAP ke depan bisa mencanangkan program yang memang melibatkan anak muda secara langsung supaya ada wadah mereka bisa bersuara," pungkasnya.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua