KabarMakassar.com — Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Taufan Pawe (TP), optimistis kepengurusan baru Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mampu membawa partai berlogo pohon beringin itu kembali berjaya.
Taufan Pawe menilai kepemimpinan IAS cukup menjanjikan untuk memperkuat posisi Golkar di Sulsel. Ia berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus mengembalikan posisi Golkar sebagai pemegang Ketua DPRD Sulsel.
Menurut Wali Kota ParePare dua periode itu, dinamika politik Sulsel yang cukup tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan partai. Karena itu, dibutuhkan sosok IAS dan kerja sama solid seluruh kader untuk mencapai target politik.
“Saya menilai kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ini cukup menjanjikan dan kita berharap progresnya terbaca dengan baik dari waktu ke waktu karena membangun sebuah partai, apalagi kekuatan partai seperti Golkar bukanlah hal yang mudah dilakukan,” ujar Taufan.
Ia menegaskan, seluruh kader harus mendukung keputusan organisasi dan menjalankan tugas kepartaian secara bersama-sama.
“Sebagai kader, apa pun penugasan yang diambil oleh organisasi Partai Golkar, itu adalah untuk kita semua dan anggota harus mensupport habis-habisan,” katanya.
Anggota DPR RI itu juga menyoroti perjalanan perolehan kursi Golkar Sulsel dalam beberapa periode terakhir. Ia menyebut Golkar pernah memperoleh 18 kursi, kemudian turun menjadi 13 kursi sebelum kembali bertambah menjadi 14 kursi.
Meski tidak lagi memegang posisi Ketua DPRD Sulsel, Taufan menilai perolehan tersebut tetap menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi.
“Alhamdulillah kita sebenarnya bukan jatuh drop, nambah satu kursi dari 13 ke 14, cuma potretnya terlihat menurun karena bukan kita yang pegang Ketua DPRD provinsi,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan IAS mampu membawa Golkar kembali menjadi kekuatan utama di DPRD Sulsel.
“Pelantikan hari ini saya optimis bahwa Golkar bisa lebih baiklah, mudah-mudahan bisa merekembali Ketua DPRD provinsi,” tuturnya.
Taufan turut menegaskan Golkar merupakan partai terbuka yang memberikan ruang bagi tokoh politik untuk bergabung. Ia menilai keterbukaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan mencapai target politik.
“Saya rasa begini, Golkar adalah partai terbuka. Tidak ada salahnya kita membuka ruang, kesempatan dan waktu untuk beliau bergabung, kalau beliau bergabung alhamdulillah,” katanya.
Terkait wacana perubahan daerah pemilihan (dapil), Taufan meminta pembahasan dilakukan secara matang dan tidak terburu-buru. Ia menyebut Panja telah mendengarkan masukan ahli dan akan melibatkan kalangan akademisi untuk merumuskan sistem kepemiluan yang ideal.
Menurutnya, pembahasan tersebut juga perlu mempertimbangkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 terkait pemilu nasional dan pemilu lokal.
“Saya rasa jangan terlalu prematur kita bahas. Kita di Panja sudah masuk ke sana, sudah mendengarkan ahli, kami akan mendengarkan juga kalangan akademisi untuk menampung semua pendapat-pendapat menuju sistem kepemiluan yang ideal,” tukasnya.
Penulis: Nursinta