KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencatat sektor kesehatan menjadi penyumbang terbesar investasi sepanjang Januari hingga September 2026.
Nilai penanaman modal pada sektor jasa lainnya, terutama sarana kesehatan, tercatat mencapai Rp1,41 triliun.
Capaian tersebut menempatkan sektor kesehatan di posisi teratas dibandingkan sektor usaha lainnya, seperti transportasi, pergudangan hingga telekomunikasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, menyebut salah satu investor dengan nilai penanaman modal terbesar berasal dari PT Siloam International Hospitals.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Makassar mencapai Rp5,003 triliun dari 12.343 proyek usaha. Angka tersebut tumbuh 22,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sekitar Rp4,10 triliun.
"Realisasi investasi Kota Makassar berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari–September 2026 mencapai Rp5 triliun. Angka ini meningkat 22,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," jelas Mario, Selasa (03/11).
Selain kesehatan, sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi menyumbang investasi sebesar Rp793 miliar. Kemudian sektor perumahan dan perkantoran mencapai Rp751 miliar. Sementara industri makanan mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 271 persen dengan nilai investasi Rp507 miliar.
Sementara itu dari sisi sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp4,32 triliun atau 86,43 persen.
Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp678,80 miliar atau 13,57 persen dari total investasi. Mario menyebut pertumbuhan PMDN mencapai 34,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi investasi Makassar juga mencapai sekitar 32,80 persen dari total realisasi investasi Sulawesi Selatan yang sebesar Rp15,25 triliun.
Untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut, DPMPTSP menyiapkan percepatan perizinan, pendampingan pelaporan LKPM, serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah guna mengatasi hambatan proyek.
"Memasuki triwulan IV 2026, kami DPMPTSP Makassar semakin optimistis dapat meningkatkan capaian realisasi investasi hingga menembus Rp6 triliun," tukas Mario.
Penulis: Nursinta