kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sosok Baik Itu Pergi, Danny Pomanto Ungkap Kehilangan Mendalam Atas Andi Yasir

Sosok Baik Itu Pergi, Danny Pomanto Ungkap Kehilangan Mendalam Atas Andi Yasir
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Kota Makassar. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir, meninggal dunia pada Sabtu (28/02) pagi.

Wali Kota Makassar periode 2014–2019 dan 2021–2024, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengaku sangat kehilangan atas kepergian salah satu aparatur sipil negara (ASN) yang selama ini dikenal profesional dan rendah hati saat masa jabatannya.

“Saya betul-betul merasa kehilangan. Beliau itu ASN yang sangat berdedikasi dan loyal terhadap tanggung jawab yang diberikan,” ujar Danny dengan nada haru, melalui saluran telpon.

Menurutnya, almarhum merupakan figur birokrat yang jarang berbicara, namun bekerja dengan hasil yang nyata. Dalam berbagai penugasan strategis, Andi Yasir kerap dipercaya mengoordinasikan lintas organisasi perangkat daerah (SKPD).

“Orangnya diam, tidak banyak bicara, tidak pernah ikut gosip apalagi intrik birokrasi. Tapi kerjanya selalu memuaskan. Itu ASN yang sesungguhnya,” tegas Danny Pomanto dengan suara bergetar.

Pria dengan tagline anak lorong itu menilai integritas almarhum terlihat jelas dalam berbagai agenda besar pemerintahan, termasuk saat Makassar menjadi tuan rumah kegiatan nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Ia menyebut keberhasilan perhelatan tersebut tidak lepas dari peran Andi Muhammad Yasir sebagai organisator yang kuat dan rapi.

“Waktu kita jadi tuan rumah APEKSI, banyak yang memuji. Sampai sekarang orang bilang belum ada yang seperti itu. Salah satu yang bekerja keras di balik itu adalah beliau,” kenangnya.

Danny Pomanto juga mengungkapkan sempat menjenguk almarhum saat pertama kali dirawat di rumah sakit. Namun saat itu, Andi Yasir sudah dalam kondisi tidak sadar.

“Saya datang hari pertama beliau masuk rumah sakit. Saya bertemu istri dan anak-anaknya. Kita semua terpukul,” katanya.

Ia menambahkan, selama bekerja bersama, almarhum tidak pernah menunjukkan sikap yang menyimpang dari etika birokrasi. Baginya, Andi Yasir adalah gambaran ASN yang diidamkan: profesional, bersih, dan fokus pada tugas.

“Beliau tidak pernah bergunjing soal orang lain, tidak pernah berpolitik di dalam birokrasi. Dia bekerja dalam diam, tapi hasilnya nyata,” ucap Danny.

Di akhir pernyataannya, Danny Pomanto berharap keteladanan almarhum bisa menjadi contoh bagi seluruh ASN di Makassar.

“Mudah-mudahan lebih banyak ASN seperti beliau. Sosok baik itu memang sudah pergi, tapi nilai dan keteladanannya harus tetap hidup di hati,” tukasnya.