Langsung ke konten
News

SMKN 1 Jeneponto Dibobol Maling, Uang Rp20 Juta dan Dua Tablet Hilang

SMKN 1 Jeneponto dibobol maling pada Kamis dini hari. Dua tablet dan uang tunai sekitar Rp20 juta dilaporkan hilang dalam pencurian tersebut.

Nofisari Diperbarui
Rekaman CCTV memperlihatkan terduga pelaku pencurian di lingkungan SMKN 1 Jeneponto (Dok: Ist)
Rekaman CCTV memperlihatkan terduga pelaku pencurian di lingkungan SMKN 1 Jeneponto (Dok: Ist)

KabarMakassar.com -- SMKN 1 Jeneponto, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), dibobol maling pada Kamis (05/11) dini hari. Akibatnya, dua buah tablet dan uang tunai puluhan juta rupiah raib digondol pelaku.

Aksi pencurian di sekolah yang berada tepat di samping Stadion Mini Turatea tersebut sempat terekam kamera CCTV. Seorang pria yang mengenakan sweater hoodie dan membawa ransel tampak leluasa melancarkan aksinya di area sekolah.

Pelaku diduga tidak masuk lewat gerbang utama. Berdasarkan rekaman CCTV, pria tersebut berada di dalam kawasan sekolah dan berjalan ke arah ruang Alfamidi Class yang letaknya tidak jauh dari pos satpam.

Di sudut kamera lain, pelaku terlihat memanjat pagar besi sekat antara pintu gerbang menuju kantor serta ruang kelas. Usai melewati pagar, ia berjalan dari gedung kelas bertingkat menuju ruang guru sembari menenteng ransel.

Saat berada di ruang guru, pelaku sempat mematikan kamera CCTV. Wajahnya sulit dikenali karena posisinya menunduk dan tertutup hoodie.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Jeneponto, Aminah, membenarkan insiden pencurian di sekolahnya. Ia menyebut sejumlah fasilitas dan dana yang tersimpan di sekolah hilang dibawa kabur.

"Ada dua tab dengan uang. Ada uang masjid, ada uang 3S (Sedekah Seribu Sehari), ada uang celengan, ada uang Rohis (Rohani Islam). Jadi totalnya ada sekitar Rp20 juta," ungkap Aminah saat dikonfirmasi, Kamis (05/11).

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperiksa pihak sekolah, Aminah menduga aksi tersebut dilancarkan oleh seorang pelaku. Beberapa ruangan turut menjadi sasaran penggeledahan.

"Ruangan Kepsek, ruangan guru, BK dengan ruang Alfamidi Class," tuturnya.

Guna mendukung kelancaran proses penyelidikan pascapencurian, SMKN 1 Jeneponto memutuskan untuk memulangkan dan meliburkan kegiatan belajar siswa pada Kamis (05/11). Informasi ini disampaikan langsung ke murid dan diunggah di media sosial sekolah.

"Besok kembali bersekolah, tadi dipulangkan karena khawatir mengganggu proses olah TKP dan khawatir memberikan dampak psikis ketraumaan pada siswa makanya dipulangkan," terang Aminah.

Personel kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kanit Reskrim Polsek Binamu Ipda Subhan menyampaikan bahwa pihaknya telah membackup pemeriksaan awal di lokasi, namun penanganan resmi ditangani Polres Jeneponto.

"Yang kesana itu Ka SPKT sama piket Reskrim, saya dan anggota, LP (Laporan Polisinya) di ataski di Polres," kata Subhan.

 

Penulis: Nasrullah Patha

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua