Langsung ke konten
News

Siswa SMP Gowa Dirawat di ICU Usai Diduga Alami Perundungan

Siswa SMP di Gowa menjalani perawatan intensif di ICU RS Bhayangkara Makassar. Keluarga menduga korban mengalami perundungan oleh tiga kakak kelasnya.

Nofisari Diperbarui
Ilustrasi (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial MR (15), menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Keluarga menduga, kondisi yang dialami siswa kelas VII tersebut berkaitan dengan perundungan yang dilakukan oleh tiga kakak kelasnya di lingkungan sekolah.

Peristiwa dugaan perundungan itu disebut terjadi pada Rabu (14/10), di salah satu SMP di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Berdasarkan keterangan keluarga, MR diduga telah beberapa kali mengalami perundungan di sekolah. Setelah kejadian tersebut, korban sempat mengeluhkan sakit kepala hebat kepada keluarganya.

Paman korban, Arifuddin, mengatakan MR juga beberapa kali mengalami kondisi hingga terjatuh dan pingsan. Melihat kondisi keponakannya yang terus memburuk, keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain kondisi fisik, keluarga menyebut MR juga mengalami ketakutan untuk kembali ke sekolah setelah kejadian tersebut.

Beberapa hari setelah dugaan perundungan itu mencuat, pihak sekolah bersama petugas kepolisian disebut telah memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dan pihak siswa yang diduga terlibat di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah juga telah mengunjungi MR di RS Bhayangkara Makassar untuk melihat kondisi siswa tersebut yang tengah menjalani perawatan di ruang ICU.

Kasi Kesiswaan, Ratnawati, membenarkan adanya peristiwa perundungan di lingkungan sekolah tersebut.

"Pihak sekolah membenarkan jika terjadi bully dan perundungan di lingkungan sekolahnya," ujar Ratnawati, Selasa (03/11).

Sementara itu, keluarga mengaku terpukul melihat kondisi MR yang harus mendapatkan perawatan intensif setelah kejadian tersebut.

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang diperoleh, hingga berita ini ditulis belum ada laporan resmi dari keluarga yang diterima pihak kepolisian terkait dugaan perundungan tersebut. Kondisi ini disebut menjadi alasan belum dilakukannya proses penyelidikan formal.

Keluarga diharapkan dapat menempuh jalur pelaporan agar dugaan perundungan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan lingkungan sekolah serta upaya pencegahan perundungan di kalangan pelajar.

 

Penulis: Sholeh Sibali

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua