KabarMakassar.com - Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Tana Toraja mulai menempati Ruang Kelas Baru (RKB) serta asrama putra dan putri. Terdapat 420 siswa Tana Toraja, sementara itu dari selain Tana Toraja sekitar 330 siswa dan 90 siswa berasal dari Luwu Utara.
Sejak mulai difungsikan, para siswa tampak mulai mengikuti aktivitas pendidikan dengan suasana yang baru. Selain mengikuti kegiatan belajar mengajar, siswa juga mendapat pembinaan dan menjalani kehidupan bersama di lingkungan asrama.
Salah seorang siswa Yul Vianus Ra'ba dari Kecamatan Bittuang mengaku senang dapat mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Menurutnya tinggal di asrama memberikan pengalaman baru sehingga ia mampu mengatur waktu, antara belajar, beristirahat dan kegiatan lainnya.
Merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara dan mulai masuk Sekolah Rakyat usai lulus SMP, Yul berharap dapat memberikan contoh yang baik bagi keluarga dan dapat membanggakan kedua orangtuanya serta mampu meraih cita-cita.
"Sangat senang karena bisa mendapat teman baru dan pengalaman baru, semua disiapkan mulai dari tempat tinggal, laptop dengan fasilitas tersebut saya bisa belajar dengan baik untuk gapai cita-cita," tutur Yul yang sedang melaksanakan aktivitas belajar di Sekolah Rakyat, Rabu (30/09).
Senada dengan itu, salah satu orang tua siswa Agustina B mengaku bersyukur dengan keberadaan Sekolah Rakyat. Ia menilai berbagai kebutuhan anaknya telah terpenuhi tanpa membebani orang tua.
Agustina berharap anaknya dapat mengikuti pembelajaran dengan tekun, menyelesaikan pendidikan dengan baik, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan memperoleh pekerjaan di masa depan.
Kepala Dinas Sosial Tana Toraja Adriana Saleng, mengatakan, untuk fasilitas gedung belajar mengajar terdapat pengalihan fungsi gedung baru, agar para siswa dapat segera melakukan aktivitas belajar.
Menurutnya, untuk fasilitas asrama telah ada 3 gedung, 2 gedung untuk putri serta satu gedung untuk putra dan setiap ruangan dapat dihuni oleh 20 siswa.
Sementara untuk gedung belajar dapat digunakan untuk siswa SD, SMP, dan SMA.
Ia berharap anak-anak yang memiliki kesempatan masuk di Sekolah Rakyat dapat memanfaatkan dengan baik. Baginya, tidak semua orang memiliki kesempatan masuk Sekolah Rakyat, yang dapat menikmati fasilitas pendidikan dan kehidupan yang layak di asrama.
"Di harapkan seluruh siswa mengikuti pembelajaran dengan tekun, menyelesaikan pendidikan dengan baik, serta mampu mengangkat derajat keluarga di masa depan," terang Ardriana.
Sementara itu, tokoh adat di Kecamatan Mengkendek Sismay Elliata Tangulungan yang juga selaku humas di Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja mengapresiasi pemerintah daerah karena bisa memanfaatkan tanah-tanah adat di Kecamatan Mengkendek yang tidak hanya dinikmati oleh generasi Tana Toraja tapi juga dapat di nikmati dari kabupaten lain.
"Sangat luar bisa, bayangkan dari sekian ratus Tana Toraja berada pada urutan ke 62 jadi luar biasa, jadi mari kita semua tokoh masyarakat, kaum religius dan media kita bantu pemerintah daeraeh," pungkasnya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja memiliki kurang lebih sekitar 40 tenaga pendidik yang mengajar di SD, SMP, dan SMA.
Penulis: Jerni Bening