kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sidrap Kembangkan Kandang Ayam Modern, Produksi Ribuan Telur per Hari

Sidrap Kembangkan Kandang Ayam Modern, Produksi Ribuan Telur per Hari
Suasana Kandang Ayam Sidrap (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Modernisasi sektor peternakan terus berkembang di Sulawesi Selatan. Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, meninjau langsung peternakan ayam petelur berteknologi modern yang menggunakan sistem kandang tertutup (close house) dengan teknologi Big Dutchman asal Jerman.

Kehadiran sebuah peternakan ayam petelur berteknologi tinggi yang mengusung sistem kandang modern tertutupi diklaim sebagai salah satu teknologi paling mutakhir di dunia.

Sarpin yang merupakan Manager Close House, PT. Cahaya tiga putri menjelaskan peternakan tersebut menggunakan sistem Big Dutchman asal Jerman, teknologi yang dikenal mampu mengontrol suhu, ventilasi, hingga alur produksi telur secara otomatis.

“Berbeda dengan kandang konvensional, seluruh sistem di kandang ini dikendalikan secara digital tanpa pengaturan manual, kecuali pada aspek kebersihan yang tetap diawasi secara berkala,” bebernya, Minggu (18/1).

Dirinya menuturkan di dalam kandang, suhu ruangan dijaga stabil melalui kombinasi cooling pad dan kipas otomatis. Sistem ini memastikan kondisi ideal bagi ayam, baik saat musim panas maupun hujan. Telur yang dihasilkan pun langsung mengalir ke tempat penampungan di lantai bawah tanpa sentuhan tangan.

“Kapasitas kandang mencapai puluhan ribu ekor ayam petelur. Dengan tingkat produksi optimal, peternakan ini mampu menghasilkan ribuan butir telur setiap hari, dengan kualitas dominan grade A. Telur berwarna cokelat cerah dengan cangkang mengilap menjadi ciri utama hasil produksi,” tegasnya .

Selain fokus pada kualitas telur, limbah kotoran ayam juga dimanfaatkan kembali sebagai pupuk, sehingga mendukung konsep peternakan berkelanjutan.

“Untuk menjaga kesehatan ternak, tenaga medis rutin melakukan pemeriksaan guna mencegah dan menangani potensi penyakit,” imbuhnya.

Sementara itu Owner PT. Cahaya tiga putri, H.Usman Appas mengungkapkan bahwa pembangunan kandang modern ini berangkat dari keluhan pasar luar daerah terhadap kualitas telur asal Sulawesi. Setelah mempelajari sistem peternakan di Jawa, ia berinisiatif membangun kandang modern dan hasilnya mendapat respons positif dari konsumen di luar daerah.

“Awalnya kualitas telur Sulawesi sering dibandingkan dengan Jawa. Setelah kami terapkan sistem modern, ternyata pasar luar daerah kaget dan mengakui kualitasnya,” ujarnya.

Investasi yang digelontorkan untuk satu unit kandang modern mencapai belasan miliar rupiah, mencakup pembangunan kandang, peralatan, hingga pengadaan ayam.

“Meski demikian, teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing peternak lokal,” jelasnya .

Sementara itu Bupati Kabupaten Sidrap, Syafaruddin Alrif menyambut baik kehadiran peternakan modern ini. Dengan status Sidrap sebagai Lumbung Telur Indonesia, pemerintah daerah berkomitmen mendorong transformasi kandang konvensional menjadi kandang modern. Dukungan akan diberikan melalui kemudahan perizinan, akses modal, penyediaan pasar, serta suplai listrik.

“Ke depan, Sidrap menargetkan peningkatan populasi ayam petelur secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang, guna mendukung swasembada telur nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan wilayah Indonesia Timur,” katanya.

Ia berharap dengan adanya modernisasi kandang petelur ayam dapat menjadi contoh dan pemicu bagi peternak lain untuk beralih ke sistem modern, sebagaimana yang telah diterapkan di negara-negara maju seperti Jerman dan China.

“semoga dengan adanya
kandang petelur ayam modern menjadi contoh dan pemicu bagi peternak lain untuk beralih ke sistem modern,” tutupnya.