kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Sejumlah Perangkat Desa di Jeneponto Diduga Gunakan Ijazah Orang Lain

banner 468x60

KabarMakassar.com — Sejumlah oknum perangkat Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga menggunakan Ijazah orang lain.

Pasalnya, perbuatan tersebut diduga dilakukan oleh sang oknum untuk memuluskan langkahnya menjabat sebagai Kepala Dusun di desa setempat.

Pemprov Sulsel

Menurut Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulsel, Hasan Anwar. dugaan ini muncul pasca pihaknya melakukan sejumlah investigasi.

Dari hasil investigasi itu, pihaknya menemukan adanya dugaan oknum kepala dusun dan Kaur yang menggunakan ijazah orang lain.

"Kami menduga penggunaan ijazah orang lain ini dilakukan oleh Kepala Dusun Kaluku, Samataring, Punnanere, Gudang, Bontosua, Campakaloe dan Kaur Pemerintahan," kata Hasan Anwar kepada Kabarmakassar.com, Kamis (16/11).

Anehnya lagi, tindakan tersebut diduga sudah diketahui kepala desa setempat sehingga Hasan Anwar menganggap sang Kades sudah sengaja menutup mata terkait perlengkapan administratif untuk menjadi perangkat desa.

Dengan begitu, Hasan Anwar menegaskan akan menempuh jalur hukum lantaran tindakan mereka sudah menikmati gaji dari negara selama kurang lebih 6 tahun.

"Kita akan segera laporkan para Kadus, Kaur dan juga kepala desanya, kita laporkan tindak pidananya, termasuk kita laporkan menggunakan Pasal 263 Kitab Undang- undang Hukum Pidana," tegasnya.

Sementara itu, Maskur selaku Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Jeneponto mengaku kaget dengan informasi tersebut.

Ia bahkan menyebut, pihaknya baru mengetahui hal ini.

"Saya baru tahu itu, karena selama ini kita tidak memeriksa ke situ, tapi itu adalah pelanggaran, dan tidak ada aturan yang membenarkan orang menggunakan ijazah orang lain. Karena baru kami tahu, kita belum bisa mengambil langkah, tapi kita akan utus tim ke sana (di Desa Kaluku), "ujar Maskur usai dikonfirmasi awak media pada Rabu (15/11) kemarin.

Disisi lain, Kepala Desa Kaluku, Megawati yang dikonfirmasi awak media hingga belum memberikan tanggapan dengan persoalan yang membelitnya.

PDAM Makassar