KabarMakassar.com — Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dilakukan secara bertahap pasca kebakaran oleh masa aksi beberapa waktu lalu.
Bagian sayap gedung ditargetkan mulai difungsikan pada 2026, sementara pembangunan gedung utama masih menunggu tahap perencanaan sebelum memasuki proses pembangunan fisik.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, mengatakan pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini difokuskan pada bagian sayap gedung yang sebelumnya sudah pernah dikerjakan sehingga hanya memerlukan rehabilitasi.
“Yang pertama kita kerjakan itu bagian sayap. Berdasarkan hasil kajian, tidak perlu dirobohkan, cukup direhabilitasi saja,” ujar Azwar, kepada awak media saat ditemui di gedung sementara DPRD kota Makassar, Rabu (04/03).
Ia menyebut progres pembangunan sayap gedung sudah melampaui separuh pekerjaan. Jika tidak ada kendala, bagian tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan.
“Kalau saya lihat progresnya sudah di atas 50 persen ya. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan sudah bisa difungsikan,” katanya.
Meski begitu, DPRD Makassar belum memutuskan secara final fungsi ruang di sayap gedung tersebut. Azwar mengatakan penempatan ruangan masih akan dibahas lebih lanjut.
“Kita lihat dulu skemanya. Apakah nanti dipakai untuk ruang fraksi atau mungkin untuk staf yang tidak langsung bersentuhan dengan kegiatan kedewanan seperti RDP atau penyerahan aspirasi,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan gedung utama masih berada pada tahap perencanaan. Azwar memperkirakan proses pembangunan hingga gedung dapat digunakan kemungkinan baru selesai pada 2027 atau 2028.
“Kalau melihat prosesnya, mulai dari perencanaan, tender hingga pembangunan, kemungkinan baru bisa digunakan sekitar 2027 atau 2028,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat DPRD Makassar masih harus menggunakan gedung sementara dengan status sewa hingga pembangunan gedung utama rampung.
“Kalau belum selesai tepat waktu, otomatis sewanya harus diperpanjang. Tidak ada solusi lain,” kata Azwar.
Meski demikian, ia menilai penggunaan gedung sementara selama beberapa bulan terakhir masih cukup kondusif untuk menunjang aktivitas dewan.
“Sudah sekitar enam bulan kita gunakan tempat ini dan alhamdulillah kegiatan tetap berjalan baik. Hampir tidak ada kendala signifikan,” ucapnya.
Ia juga memastikan berbagai aktivitas kedewanan, termasuk menerima aspirasi masyarakat yang datang menyampaikan pendapat, masih dapat difasilitasi di lokasi tersebut.
“Termasuk masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi, tetap bisa kita terima di tempat ini,” tambahnya.
Azwar menjelaskan anggaran pembangunan gedung DPRD tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemerintah daerah, kata dia, hanya berperan dalam dukungan teknis.
Ia berharap proses perencanaan gedung utama dapat segera diselesaikan tahun ini sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai.
“Kita harapkan perencanaannya selesai tahun ini supaya groundbreaking bisa dilakukan akhir tahun atau paling lambat awal 2027,” tukasnya.














