KabarMakassar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan partai belogo pohon beringin itu menargetkan penambahan kursi pada pemilu mendatang di Indonesia Timur.
Hal itu disampaikan Sarmuji usai membuka Pembekalan Bimbingan tehnik (Bimtek) Partai Golkar se-Indonesia Timur di Hotel Claro, Sabtu (17/10).
Golkar akan memetakan setiap daerah pemilihan (dapil) dan mengidentifikasi isu yang perlu diperjuangkan untuk memperkuat dukungan masyarakat.
Sarmuji mengatakan, penambahan kursi menjadi salah satu amanat Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang harus diwujudkan. Karena itu, partai akan menyusun strategi berdasarkan kebutuhan dan persoalan di masing-masing daerah.
“Yang harus dipastikan adalah nambah kursi dari tahun 2024 kemarin. Karena kalau enggak, gagal dong mau sekarang, kita tidak bisa dengan jumlah kursi yang sama atau turun pokoknya harus naik,” kata Sarmuji, Sabtu (17/10).
Menurutnya, pemetaan dapil dan isu daerah menjadi bagian penting untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Golkar sekaligus membuka peluang meraih tambahan kursi pada legislatif di Indonesia Timur.
“Kita akan berusaha memetakan masing-masing dapil, terus isu-isu apa yang layak untuk diperjuangkan di masing-masing daerah supaya rakyat Indonesia makin mencintai Partai Golkar dan dengan demikian memungkinkan Partai Golkar untuk menambah kursi, kita memang sudah harus melakukan pemetaan isu agar tidak telat dengan yang lain,” jelasnya.
Selain memperkuat strategi elektoral, Sarmuji menyebut amanat Musyawarah Nasional (Munas) lainnya adalah memastikan kader Golkar di parlemen mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga ke daerah 3T.
“Kita memberikan pemahaman agar fraksi di semua tingkatan memberikan dukungan yang memadai terhadap kesuksesan program Pak Prabowo dan Wakil Presiden Gibran,” ujarnya.
Terkait pembahasan aturan pemilu, Sarmuji mengatakan Golkar masih menyerap masukan dari anggota DPRD mengenai hal-hal yang perlu diperjuangkan dalam undang-undang pemilu. Ia juga menyebut partainya akan mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sekitar 5 persen.
“PT kita akan usulkan sekitar 5 persen. Bisa 5 persen persis atau 5 persen lebih sedikit,” tukasnya.
Penulis: Nursinta