Langsung ke konten
News

RSUD Andi Sulthan Dg Radja Fasilitasi Seminar Kasus KMB 19 Mahasiswa STIKES

RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba memfasilitasi seminar laporan kasus Keperawatan Medikal Bedah bagi 19 mahasiswa STIKES Panrita Husada Bulukumba.

Nofisari Diperbarui
Seminar laporan kasus Keperawatan Medikal Bedah (Dok: Ist)
Seminar laporan kasus Keperawatan Medikal Bedah (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Kabupaten Bulukumba memfasilitasi seminar laporan kasus Keperawatan Medikal Bedah (KMB) bagi 19 mahasiswa STIKES Panrita Husada Bulukumba yang sedang menjalani praktik klinik di rumah sakit tersebut, Jumat (06/11).

Kegiatan berlangsung di Aula Lantai III IGD RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba. Seminar ini menjadi bagian dari evaluasi akademik mahasiswa selama menjalani praktik klinik, sekaligus sarana untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan penerapan asuhan keperawatan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bertugas sebagai penyaji atau presenter kasus berdasarkan pengalaman selama menjalani praktik di rumah sakit. Mereka didampingi sejumlah Clinical Instructor (CI) dari RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja, yakni Zainal, Ahriani, Hendra, dan Suryana.

Seminar juga melibatkan pembimbing institusi dari STIKES Panrita Husada Bulukumba, Hamdana serta mahasiswa lain yang sedang menjalani praktik klinik di rumah sakit.

Mewakili pembimbing klinik RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja, Zainal menyampaikan bahwa seminar laporan kasus tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi akademik, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan profesionalisme mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi masalah keperawatan berdasarkan kasus yang ditemukan, menganalisis kondisi pasien, menentukan intervensi yang tepat, serta mempertanggungjawabkan tindakan keperawatan sesuai standar profesi dan ilmu keperawatan.

“Seminar kasus ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menyampaikan hasil pengkajian dan asuhan keperawatan secara sistematis. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu memberikan tindakan keperawatan, tetapi juga harus memahami alasan ilmiah dari setiap tindakan yang dilakukan,” ujar Zainal.

Ia juga mendorong mahasiswa agar lebih aktif berdiskusi dengan pembimbing klinik, meningkatkan kemampuan komunikasi dengan pasien dan tim kesehatan, serta mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap tindakan keperawatan.

Zainal berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa praktik klinik untuk menambah pengalaman, wawasan, dan keterampilan sebagai calon tenaga keperawatan yang kompeten, profesional, serta beretika dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Pelaksanaan seminar laporan kasus KMB tersebut sekaligus menjadi bagian dari sinergi RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba dan STIKES Panrita Husada Bulukumba dalam mendukung pendidikan dan pembelajaran mahasiswa di lahan praktik klinik.

Melalui kegiatan ini, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja terus mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya melalui pembelajaran klinik yang mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktik di lingkungan rumah sakit.

 

Penulis: Fitriani Lestari

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua