Langsung ke konten
News

Rehabilitasi Irigasi Rp500 Miliar di Sulsel Target Tiga Kali Panen Setahun

Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp500 miliar untuk rehabilitasi irigasi seluas 54.000 hektare sawah melalui proyek MYP 2025-2027 guna meningkatkan produksi pangan.

ardiyanti Diperbarui
Jaringan irigasi di Sulsel (dok. Ist)
Jaringan irigasi di Sulsel (dok. Ist)

KabarMakassar.com -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengalokasikan kontrak senilai total Rp500 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi yang menopang sekitar 54.000 hektare lahan persawahan.

Pekerjaan melalui skema Multi Years Project (MYP) periode 2025-2027 ini ditujukan untuk memperbaiki distribusi air ke sawah sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 300 atau tiga kali tanam dalam setahun.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pembenahan jaringan irigasi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan pertanian. Kondisi saluran yang berfungsi baik dibutuhkan agar pasokan air dapat menjangkau lahan petani dan mendukung peningkatan produktivitas sawah.

Pelaksanaan proyek tersebut dibagi menjadi empat paket pekerjaan. Masing-masing paket mencakup daerah irigasi berdasarkan wilayah sungai, dengan penanganan yang diarahkan untuk memperbaiki layanan pengairan di kawasan pertanian yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Alhamdulillah, progres rehabilitasi irigasi terus berjalan. Kita ingin memastikan jaringan irigasi yang menjadi penopang lahan pertanian dapat berfungsi dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” kata Andi Sudirman, Rabu (21/10/2026).

Salah satu bagian pekerjaan yang menjadi perhatian ialah Paket 4 dengan nilai anggaran sekitar Rp120 miliar. Paket ini meliputi delapan daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Dua daerah irigasi yang masuk dalam paket tersebut ialah DI Kuri-Kuri Kasambi di Kabupaten Luwu Utara, yang melayani sekitar 887 hektare lahan pertanian, serta DI Lengkong Pini di Kabupaten Luwu dengan luas layanan sekitar 728 hektare.

Rehabilitasi di kedua lokasi itu menjadi bagian dari upaya memperbaiki jangkauan layanan air ke areal persawahan.

Pemprov Sulsel menargetkan perbaikan jaringan irigasi dapat meningkatkan frekuensi penanaman petani. Jika sebelumnya lahan hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun atau IP 100, ketersediaan air yang lebih baik diharapkan memungkinkan petani mencapai IP 300.

“Kita terus kawal pengerjaannya. Infrastruktur irigasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana air bisa sampai ke lahan-lahan pertanian dan mempercepat akselerasi produksi yang tadinya IP 100 menjadi IP 300,” jelasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA CKTR) Sulsel, Astina Abbas, menjelaskan pembagian empat paket pekerjaan disusun dengan mempertimbangkan wilayah sungai dan lokasi daerah irigasi yang ditangani.

"Itu dikerjakan dan dibagi berdasarkan wilayah sungai, daerah irigasinya," kata Astina.

Menurut Astina, keseluruhan proyek ditargetkan selesai pada 2027. Peningkatan dan rehabilitasi jaringan dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi air, termasuk hingga ujung saluran sekunder terjauh, agar lahan persawahan dapat memperoleh layanan irigasi secara optimal.

Pelaksanaan pekerjaan juga melibatkan konsultan manajemen konstruksi dan kontraktor terintegrasi dengan skema rancang dan bangun.

Skema tersebut digunakan dalam pengerjaan peningkatan maupun rehabilitasi jaringan irigasi yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel.

Astina mengatakan, program ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah melalui perbaikan layanan pengairan. Ketersediaan air yang menjangkau area persawahan diharapkan membantu petani mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada pangan.

"Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah optimalnya pelayanan irigasi pada daerah irigasi kewenagan pemerintah provinsi dalam rangka mewujudkan swasembada pangan," pungkasnya.
 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua