KabarMakassar.com -- Ratusan pelajar dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, mengikuti pelatihan pengembangan bakat yang diselenggarakan Lembaga Pelayanan Misi Holistik (LPMH) di Gedung Pemuda, Rantepao, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan membantu anak-anak dan remaja mengenali potensi diri sekaligus mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pelayanan Misi Holistik Nusantara yang juga mencakup Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan sejumlah seminar.
Ketua Panitia, Pdt. Dr. Lesrit S. Matande, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membantu peserta menemukan kemampuan dan potensi yang selama ini belum tergali secara optimal.
"Metode ini dipakai untuk mengukur dan mengetahui anak remaja yang hadir saat ini berbakat di bidang apa. Mereka kemudian ditantang untuk memulai sehingga kita bisa memastikan apakah memang ada bakatnya di sana," ujar Lesrit di sela-sela kegiatan.
Dalam pelatihan tersebut, LPMH menghadirkan Ps. Jenie Rintjap dari Jakarta sebagai pemateri yang memperkenalkan metode pengembangan bakat bernama Thalentino.
Melalui metode tersebut, peserta diajak mengenali kemampuan diri dengan mengeksplorasi sejumlah bidang yang berpotensi menjadi keunggulan masing-masing.
Lesrit menjelaskan, pelatihan tidak berhenti pada kegiatan sehari. Setiap peserta akan diberikan formulir untuk memilih tiga dari 15 bidang eksplorasi bakat yang tersedia.
Dari tiga pilihan tersebut, peserta kemudian diarahkan menentukan satu bidang yang paling sesuai untuk dikembangkan melalui pembinaan lanjutan.
Menurutnya, tahapan berikutnya akan difokuskan pada pelatihan yang lebih spesifik dengan melibatkan tenaga profesional sesuai bidang yang diminati peserta.
"Ahli profesional tersebut akan kita hadirkan, baik dari Toraja maupun dari luar daerah. Itu nanti kita lihat karena untuk menghadirkan ahli tersebut membutuhkan sponsor," jelasnya.
Dorong Kelas Kreatif hingga Festival Film Tahunan
Selain membantu peserta mengenali bakat, LPMH juga merencanakan program pembinaan berkelanjutan melalui coaching clinic atau kelas lanjutan yang terbuka bagi pelajar maupun masyarakat umum.
Sejumlah bidang yang direncanakan meliputi seni peran, public speaking, penulisan skenario film dan novel, teknik kamera, penyutradaraan, modeling, penyuntingan video, pembuatan konten digital, hingga seni mendongeng.
Dalam pelaksanaannya, LPMH berharap dapat menghadirkan praktisi dan tenaga profesional, termasuk aktor, pembicara publik, serta pelaku industri kreatif untuk memberikan pelatihan secara langsung.
Tidak hanya itu, LPMH juga menggagas penyelenggaraan festival pembuatan film atau kompetisi bakat tahunan di Toraja Utara sebagai wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas mereka.
Gagasan jangka panjang lainnya adalah pembangunan studio film daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi produksi film sekaligus dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
LPMH Juga Gelar Seminar Kepemimpinan dan Kerohanian
Selain pelatihan pengembangan bakat, LPMH sebelumnya telah menyelenggarakan seminar bagi para pelayan gereja serta seminar kepemimpinan (leadership).
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pembicara dari Yeshua Spirit Ministry, yakni Pdt. Dedi, Ev. Edy Agung, dan Ps. Jenie Rintjap.
Seminar tersebut mengangkat tema "Pemulihan Hati Bapa dan Hidup Kudus" sebagai bagian dari rangkaian pelayanan Misi Holistik Nusantara di Toraja Utara.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, LPMH berupaya memadukan pembinaan kerohanian dengan pengembangan kapasitas generasi muda, khususnya dalam mengenali potensi dan mempersiapkan keterampilan yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Penulis: Jerni Bening