Langsung ke konten
News

Pria di Mamuju Diduga Dikeroyok saat Main PlayStation

Seorang pria di Mamuju diduga dikeroyok sekitar 10 orang saat bermain PlayStation di Jalan Pongtiku. Polresta Mamuju menangani laporan awal kejadian.

Nofisari Diperbarui
Polisi saat mendatangi TKP pengeroyokan (Dok: Ist)
Polisi saat mendatangi TKP pengeroyokan (Dok: Ist)

KabarMakassar.com -- Keributan yang disertai dugaan penganiayaan terhadap seorang pria berinisial Nasaruddin (23) terjadi di Jalan Pongtiku, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (22/10) dini hari.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi di sekitar Rental VIP PlayStation, tepatnya di depan Rumah Sakit Mitra Mamuju.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Pamapta 1 bersama piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Unit Reaksi Cepat (URC), dan piket fungsi Polresta Mamuju mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 02.50 Wita untuk melakukan penanganan awal.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun di lokasi, kejadian bermula ketika Nasaruddin, seorang nelayan yang berdomisili di Jalan Andi Dai, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, sedang bermain PlayStation bersama temannya di Rental VIP.

Saat berada di lokasi tersebut, korban didatangi oleh sekelompok orang tidak dikenal yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang. Kelompok tersebut diduga melakukan penganiayaan terhadap korban sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui laporan masyarakat. Petugas yang tiba di TKP melakukan pendataan awal, termasuk mencatat identitas korban dan saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Dalam penanganan awal tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada pemilik Rental VIP agar meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keamanan lingkungan guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada malam hingga dini hari.

Petugas selanjutnya menyarankan korban untuk membuat laporan resmi di SPKT Polresta Mamuju pada hari berikutnya.

"Berdasarkan keterangan dalam laporan awal, korban saat itu masih berada di bawah pengaruh alkohol sehingga pelaporan resmi disarankan dilakukan setelah kondisinya memungkinkan," ungkap Kasi Humas Polresta Mamuju IPTU Herman Basir.

Setelah melakukan penanganan awal dan memberikan imbauan kamtibmas. Peristiwa ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, menghindari tindakan kekerasan, serta segera melaporkan setiap gangguan keamanan kepada pihak kepolisian.

Adapun dugaan penganiayaan tersebut masih memerlukan penanganan dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

 

Penulis: Muh Rizaldy Andi Djemmang

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua