KabarMakassar.com - Polisi berhasil mengungkap motif di balik kasus pembacokan terhadap mantan Ketua DPRD Kabupaten Takalar periode 2014, Jabir Daeng Bonto.
Aksi penganiayaan berat tersebut dipicu oleh rasa sakit hati dan kekecewaan pelaku terkait urusan pembayaran gaji.
Insiden pembacokan tersebut terjadi pada Selasa malam (13/10) sekitar pukul 20.00 WITA di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Korban sempat mendapat perawatan medis intensif sebelum akhirnya diperbolehkan pulang oleh tim medis.
Kapolsek Polongbangkeng Utara, Iptu Haris, menjelaskan, bahwa pelaku diketahui bernama Ardi Daeng Tola, warga Parangluara, yang bekerja sebagai tukang bangunan.
"Motifnya sakit hati. Sekitar dua minggu sebelum kejadian, pelaku kecewa dengan masalah penggajian. Awalnya ada kesepakatan pembayaran secara borongan (terima kunci), namun ternyata korban membayar dengan sistem gaji harian," ujar Iptu Haris, Senin (19/10).
Karena ketidaksesuaian pembayaran tersebut, pelaku memilih menghentikan pekerjaannya dan sempat beralih mencari pekerjaan lain di wilayah Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Iptu Haris membeberkan, peristiwa penganiayaan bermula saat pelaku sedang duduk di balai-balai teras rumahnya. Saat itu, pelaku melihat korban tengah membagikan gaji kepada pekerja bangunan lain di area SD Inpres Mattompodalle, yang berlokasi tepat di seberang rumah pelaku.
Melihat keberadaan korban, pelaku kemudian mengambil sebilah parang yang disimpannya di teras rumah dan langsung mendatangi korban.
"Pelaku mendatangi korban dari arah samping kiri dan langsung menebas pundak sebelah kiri dekat leher sebanyak satu kali, melukai lengan kiri satu kali, serta menyabet punggung belakang korban satu kali hingga mengalami luka serius," jelas Iptu Haris.
Usai melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor miliknya.
Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar untuk mendapatkan pertolongan medis.
Direktur Utama RSUD Padjonga Daeng Ngalle, dr Ruslan, membenarkan bahwa korban sempat mendapat perawatan darurat di ruang IGD akibat luka sabetan benda tajam.
"Betul, sempat masuk di ruang IGD dan mendapatkan perawatan medis berupa jahitan pada lukanya. Pasien tidak menjalani rawat inap dan langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga," kata dr Ruslan.
Sementara itu, pihak kepolisian bergerak cepat mengejar pelaku yang melarikan diri. Tim Lapangan Reskrim akhirnya berhasil membekuk Ardi Daeng Tola di wilayah Kabupaten Gowa saat hendak melarikan diri ke daerah lain.
"Terduga pelaku sudah kami amankan saat berada di Kabupaten Gowa. Saat ini pelaku telah dibawa ke Mako Polres Takalar guna proses hukum lebih lanjut sekaligus mengantisipasi potensi amukan dari keluarga korban," tutup Iptu Haris.
Penulis: Sholeh Sibali