KabarMakassar.com — Kabupaten Polewali Mandar mencatat cakupan tertinggi dalam pendataan digital Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Sulawesi Barat, yakni sebesar 31,6 persen. Sementara itu, Kabupaten Pasangkayu mencatat cakupan sebesar 3,1 persen berdasarkan pembaruan data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Berdasarkan sebaran wilayah, Polewali Mandar berada di posisi teratas dengan cakupan 31,6 persen. Selanjutnya, Kabupaten Majene mencatat 19,9 persen, Mamasa 7,9 persen, Mamuju 5,8 persen, Mamuju Tengah 4,9 persen, dan Pasangkayu 3,1 persen.
Data tersebut menjadi bagian dari perkembangan percepatan pendataan digital Perlinsos yang dilakukan Pemprov Sulawesi Barat untuk mendukung penanganan kemiskinan dan penyaluran perlindungan sosial.
Secara keseluruhan, sebanyak 73.230 kepala keluarga (KK) dari total 454.859 KK di Sulawesi Barat telah terdata secara digital. Capaian tersebut setara dengan 16,10 persen dan menempatkan Sulbar di peringkat keenam nasional, di atas rata-rata nasional sebesar 11,7 persen.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan percepatan pendataan merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.
Pemprov Sulbar menargetkan pendataan digital dapat menjangkau minimal 50 persen dari total KK di wilayah tersebut, atau sekitar 227.430 KK, hingga Desember 2026.
Untuk memenuhi target tersebut, masih diperlukan pendataan sekitar 154.200 KK.
Pemprov Sulbar terus mendorong koordinasi antarwilayah untuk memperluas cakupan pendataan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung integrasi data kependudukan serta membantu pemerintah menyalurkan program perlindungan sosial secara lebih tepat sasaran.