Langsung ke konten
News

PMII Membumi Sasar 15 Pesantren, Perkuat Gerakan Ekologi di Sulsel

PKC PMII Sulawesi Selatan menggelar PMII Membumi pada 12–30 Oktober 2026 dengan menyasar pesantren di 15 kabupaten/kota dan mengadakan dialog lingkungan.

Nofisari Diperbarui
PKC PMII Sulawesi Selatan menggelar program PMII Membumi untuk memperkuat kesadaran dan gerakan ekologi di Sulawesi Selatan (Dok: Ist)
PKC PMII Sulawesi Selatan menggelar program PMII Membumi untuk memperkuat kesadaran dan gerakan ekologi di Sulawesi Selatan (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Selatan menggerakkan program PMII Membumi: Gerakan Ekologi Menjaga Bumi, yang berlangsung pada 12 sampai dengan 30 Oktober 2026.

Dimulai dari Kota Makassar, Program ini akan menyasar berbagai Pesantren di 15 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan serta menyelenggarakan dialog lingkungan di berbagai daerah sebagai upaya memperluas kesadaran ekologis dan memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan hidup.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKC PMII Sulawesi Selatan untuk mendorong keterlibatan mahasiswa, santri, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Melalui pendekatan edukasi, dialog, dan aksi nyata, PMII Membumi berupaya menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari pengabdian sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan pada Oktober ini juga menyambut momentum Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat peran pesantren dan generasi muda dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus menerjemahkan nilai-nilai keagamaan ke dalam tindakan nyata.

Ma'ruf Pangewa, Ketua Pelaksana PMII Membumi menyampaikan bahwa Salah satu fokus PMII Membumi adalah menjadikan pesantren sebagai bagian penting dari penguatan gerakan ekologi di Sulawesi Selatan.

"Pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran sosial dan membentuk perilaku masyarakat. Melalui keterlibatan pesantren serta kolaborasi lintas sektor, edukasi lingkungan diharapkan dapat menjangkau kalangan santri sekaligus berkembang menjadi praktik kepedulian yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari" tegasnya.

Trigosal Ariadi, Sekretaris PKC PMII Sulawesi Selatan menegaskan bahwa Selain menyasar pesantren, PMII Membumi akan menggelar Dialog Lingkungan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Dialog ini menjadi bagian penting dari upaya membangun ruang komunikasi antara mahasiswa, santri, masyarakat, komunitas lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membicarakan persoalan ekologis yang dihadapi setiap daerah.

"Melalui forum Dialog Lingkungan, Isu Lingkungan diharapkan dapat dibahas secara lebih kontekstual dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Dialog juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengetahuan, pengalaman lapangan, serta berbagai gagasan mengenai upaya menjaga lingkungan. Melalui Forum Dialog, diharapkan tidak hanya menghasilkan kesadaran semata tetapi juga mendorong lahirnya inisiatif dan komitmen bersama yang dapat ditindaklanjuti setelah kegiatan selesai" tutupnya.

Dimulainya PMII Membumi dari Kota Makassar menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan gerakan ekologi di Sulawesi Selatan. Dengan menyasar pesantren di 15 kabupaten/kota serta menggelar dialog lingkungan di berbagai daerah, program ini berupaya membangun jejaring kepedulian yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ansar, Bendahara Umum PKC PMII Sulawesi Selatan turut menegaskan bahwa Kolaborasi menjadi penting, karena persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi atau kelompok saja. Pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, organisasi masyarakat sipil, komunitas lingkungan, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

"Dalam menyambut Momentum Hari Santri Nasional, PMII Membumi membawa pesan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar urusan aktivis lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama. Dari pesantren, ruang dialog, hingga masyarakat luas, kepedulian ekologis perlu ditumbuhkan menjadi gerakan yang nyata dan berkelanjutan" tutupnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua