Langsung ke konten
News

PKC PMII Sulsel-PC PMII Bulukumba Tanam Pohon dan Gelar Dialog Lingkungan

PKC PMII Sulsel dan PC PMII Bulukumba menanam pohon di sejumlah pesantren dan menggelar dialog lingkungan untuk mendorong kepedulian serta pelestarian alam di Bulukumba.

Nofisari Diperbarui
PKC PMII Sulsel dan PC PMII Bulukumba juga menggelar dialog lingkungan (Dok: Ist)
PKC PMII Sulsel dan PC PMII Bulukumba juga menggelar dialog lingkungan (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Selatan bersama Pengurus Cabang (PC PMII) Bulukumba melakukan penanaman pohon di sejumlah pesantren dan menggelar dialog lingkungan di Kabupaten Bulukumba pada 16–17 Oktober 2026.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian PMII terhadap lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian alam.

Penanaman pohon dilaksanakan pada Jumat (16/10), di tiga pesantren, yaitu Pesantren As'adiyah Galung Beru, Pesantren Baburida, dan Pesantren As'adiyah Mabbarakka. Sementara itu, penanaman pohon di Pesantren NU dan MTs Ma'arif dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/10).

Selain penanaman pohon, PKC PMII Sulsel dan PC PMII Bulukumba juga menggelar dialog lingkungan pada Sabtu malam (17/10), pukul 19.30 WITA di Warkop Nagoya, Kabupaten Bulukumba.

Dialog tersebut menghadirkan empat narasumber dari berbagai unsur, yakni Wakil Ketua I DPRD Bulukumba, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Polres Bulukumba, serta aktivis lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dan sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam dialog tersebut, para peserta membahas pentingnya menjaga lingkungan serta peran pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan di Kabupaten Bulukumba.

Ketua PC PMII Bulukumba mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

"PMII tidak ingin hanya hadir dalam ruang diskusi, tetapi juga harus mengambil bagian dalam aksi nyata. Penanaman pohon di lingkungan pesantren merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran ekologis, khususnya di kalangan santri dan generasi muda," ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pohon yang telah ditanam perlu dirawat agar dapat tumbuh dengan baik. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tugas aktivis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah dan seluruh masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris PKC PMII Sulawesi Selatan, Trigosal, mengatakan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan mengawasi kebijakan pembangunan.

Menurutnya, kegiatan lingkungan tidak boleh berhenti pada penanaman pohon dan diskusi saja. Mahasiswa juga perlu memahami dampak pembangunan terhadap alam dan kehidupan masyarakat.

"Gerakan ekologis tidak boleh berhenti pada penanaman pohon atau diskusi semata. Mahasiswa harus mampu menghubungkan pengetahuan, gerakan sosial, dan pengawalan kebijakan agar pelestarian lingkungan menjadi agenda bersama," tegas Trigosal.

Ia berharap kegiatan dialog tersebut dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, aktivis lingkungan, dan masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, PKC PMII Sulsel bersama PC PMII Bulukumba berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh di kalangan masyarakat, terutama generasi muda dan santri.

PMII juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan melalui perawatan pohon yang telah ditanam serta keterlibatan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Bulukumba.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua