Langsung ke konten
News

Peringati HUT 160 Jeneponto, Duet Iksan-Paris Mampu Intervensi Angka Kemiskinan Warga

Redaksi Diperbarui

KabarSelatan.id -- HUT Kabupaten Jeneponto diperingati hari ini 1 Mei 2023. Kini Butta Turatea julukan dari Kabupaten Jeneponto sudah memasuki usia ke 160 Tahun ini terus berbenah di tangan Bupati Iksan Iskandar bersama Wakilnya H. Paris Yasir.

Namun duet mereka belum mampu mengangkat daerah ini secara keseluruhan. Apalagi saat ini, angka kemiskinan di luas wilayah 749,79 km² dengan jumlah 415.462 jiwa (2021) ini menempati posisi kedua daerah termiskin di Sulsel. Tercatat jumlah penduduk miskin 50,59 ribu jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Namun bukan berarti kepemimpinan Iksan-Paris selama ini tak memiliki progres secara signifikan. Hal itu disampaikan Iksan Iskandar didepan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman serta tamu undangan lainnya dalam Perayaan HUT 160 Kabupaten Jeneponto di Lapangan Passamaturukang, Senin (1/5).

"Kinerja penurunan kemiskinan di 2018-2022 turun 1,75 persen dimana tahun 2018 sebesar 15,38 persen turun menjadi 13,73 persen tahun 2022. Dengan capaian itu Jeneponto memiliki  Progresivitas penurunan angka kemiskinan terbaik di Sulawesi Selatan," ucap Iksan Iskandar.

Meski pun kurang signifikan, tetap Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi tahun 2018-2022 mencapai 4,23 persen per tahun dengan angka tertinggi 6,29 persen. Selama itu juga pertumbuhan ekonomi Jeneponto menempati posisi 17. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan aktivitas jasa dan perdagangan masyarakat.

Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan 1.8 point dari Kabupaten lain di Sulsel. Berdasarkan point ini, Jeneponto berada di peringkat 13 Sulsel. Namun masih perlu dilakukan pergerakan massif," imbuh Iksan.

Sementara itu pendapatan perkapita warga juga mengalami kenaikan 1,06 persen atau sebanyak Rp 27.260.000 di tahun 2021 sebaliknya 2020 lalu hanya Rp 25.700.000. Disamping itu, Gini Rasio tahun 2022 juga menunjukkan kondisi yang baik.

Disisi lain, Iksan menuturkan berbagai tantangan telah dihadapi dan dilewati bersama wakilnya. Dimana awal 2019. Jeneponto sebagian besar juga dilanda bencana alam banjir bandang yang telah memakan korban jiwa dan melumpuhkan sendi kehidupan masyarakat.

Memasuki 2020 dan 2021, kita kembali dilanda wabah Covid-19 bahkan di saentero dunia, yang membatasi gerak aktivitas dan perekonomian masyarakat. "Kita semua fokus pada upaya penanggulangan wabah ini, sehingga akselerasi pembangunan tidak berjalan signifikan," beber Ketua Partai DPD Golkar Jeneponto ini.

Tapi hal itu tak berpengaruh pada sektor perikanan dan pertanian, melalui Waduk Karalloe yang diresmikan Presiden Joko Widodo sehingga diharapkan meningkatkan produktifitas pertanian saat ini.

Pada Sektor industri dan energi kita memiliki dua pembangkit Tenaga Listrik yang berpotensi menjadi sektor pendapatan daerah. Di sektor pariwisata Jeneponto berhasil meraih predikat Top 50 Desa Wisata Tingkat Nasional. "Yakni Desa Kassi, Kecamatan Rumbia," ucap Iksan.

Termasuk "Program 1000 Hafidz yang telah terealisasi 800 Hafidz dan tahun ini Insya Allah terealisasi," cetusnya.

Saat ini pihaknya juga terus melakukan pengembangan pemerintahan berbasis elektronik dan inovasi pelayanan publik dan berhasil meraih kembali Top 50 Inovasi Pelayanan Publik di Sulsel melalui Inovasi Transportation Smart Dishub dan  Sapa Masyarakat Dinas Pendidikan. Selain itu, nilai Akuntabilitas Kinerja Pemda melalui evaluasi SAKIP meraih Predikat B," sebutnya.

Meski begitu, Iksan tetap menyadari pencapaian tersebut belum maksimal. Oleh karena itu, Iksan meminta maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan tersebut namun dapat bernilai ibadah di sisi Allah. SWT.

"Terima kasih kepada semua pihak khususnya Gubernur dan seluruh warga Jeneponto," tutup Iksan Iskandar.

Sementara Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengatakan kemiskinan di Kabupaten Jeneponto sebenarnya turun secara signifikan. Tetapi angka ini masih tergolong tinggi.

“Saya lihat penurunan angka kemiskinan luar biasa di Jeneponto, meskipun memang tinggi tapi ada progres yang signifikan yang salah satu tertinggi penurunannya,” tutup mantan wakil Gubernur Nurdin Abdullah ini.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua